Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Setelah membaca dengan seksama dan mendalami kandungan isi Al-Quran selama bertahun-tahun, Profesor Walter Wagner--seorang pakar teologi dari AS--menyimpulkan bahwa Tuhan sedang bicara pada seluruh umat manusia lewat kitab suci itu.
Ia mengakui mengagumi isi Al-Quran. Untuk itu, ia menulis hasil penelitiannya selama bertahun-tahun tentang Al-Quran dalam sebuah buku berjudul "Opening the Quran". Lewat buku itu, Profesor Wagner mengatakan ingin menyebarluaskan tentang isi Al-Quran yang luar biasa, pada para pembaca, pada para mahasiswanya, termasuk pada dirinya sendiri untuk memperdalam pemahamannya terhadap isi Al-Quran.

Situs berita Zaman yang berbasis di Turki menyebut buku "Opening the Quran" karya Profesor Wagner sebagai buku yang sangat inspiratif bukan hanya untuk non-Muslim tapi juga untuk kalangan Muslim, termasuk mereka yang berminat mempelajari Islam dan kitab suci Al-Quran.
Dalam wawancara dengan Zaman, Profesor bidang teologi di Moravian College dan Theological Seminary ini mengungkapkan pengalamannya yang istimewa, yang membawanya pada Al-Quran serta pandangan-pandangannya tentang ajaran yang terkandung dalam Al-Quran. Berikut petikannya;
Apa yang menginspirasi Anda untuk menulis buku tentang Al-Quran?
Buku ini menjadi bagian dari pengalaman belajar saya selama lebih kurang selama 20 tahun. Saya pikir, saya baru memulai untuk memahami Al-Quran. Tapi sebenarnya, karena adanya hubungan antara Yudaisme, ajaran Kristen dan Islam, kami satukan bukan hanya di beberapa bagian terkait budaya dan teologi, tapi juga dalam sejarahnya.
Sudah berapa kali kita berbenturan dalam hal pemikiran dan ada masa-masa pertikaian yang melibatkan persenjataan. Tapi kita semua juga menyembah Tuhan yang sama. Dan untuk melakukan itu, seharusnya, diluar pengalaman saya mengajar, ada upaya untuk memahami agama lain, dan ini perlu usaha keras. Bagi seorang pengajar, butuh kerja keras untuk mengajarkan orang lain, tapi yang harus paling banyak belajar adalah guru itu sendiri.
Jadi, buku ini menjadi pengalaman belajar saya sendiri dan saya beruntung sekali mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, terutama tujuh tahun belakangan ini, dimana saya berinteraksi dengan komunitas Muslim Turki. Salah satu kekuatan buku tentang Quran ini adalah, menjelaskan pada diri saya sendiri dan pembaca lainnya, khususnya di masa penting seperti saat ini, dimana kita harus saling memahami antar sesama pemeluk agama.
Jadi, bisa dikatakan, Anda sebenarnya menulis buku "Opening the Quran" ini untuk diri Anda sendiri?
Ya. Anda akan menemukan bahwa para penulis menuliskan suara hatinya. Buat Anda yang muslim, pasti tahu siapa yang bicara dalam Al-Quran. Tapi, siapa yang bicara dalam buku (Wagner) ini? Beberapa bagian adalah suara seorang akademisi; yang bicara seorang profesor. Beberapa bagian lainnya adalah pendapat pribadi.
Menarik sekali. Pertanyaan selanjutnya, "suara" apa yang merasuk ke benak Anda ketika Anda membaca Quran? Siapa menurut Anda yang bicara dalam Quran?
Saya meyakini bahwa Quran adalah buku yang menginspirasi. Saya percaya Tuhan menginspirasi banyak orang dan banyak nabi serta utusan-Nya, dan yang ada dalam Quran adalah suara Tuhan Yang Mahasuci, yang bicara pada kita--menyuarakan tentang keadilan dan perdamaian, bicara tentang umat manusia yang harus hidup saling berdampingan dengan damai, dan saling membantu. Itulah suara yang saya dengar, suara yang kemudian saya coba teruskan pada para pembaca, mahaiswa, dan pada diri saya sendiri.
Bisakah Anda menjelaskan metodologi dan bagaimana cara Anda mempelajari Al-Quran?
Bagi seorang non-Muslim, membaca Quran untuk pertama kalinya mungkin pengalaman yang membingungkan. Bagi kami, yang berlatar belakang memiliki tradisi membaca Alkitan, harapannya mungkin akan seperti membaca Genesis, Exodus atau Injil Mark; akan ada sebuah rentetan cerita. Namun Anda akan menemukan bagian-bagian yang tersebar di beberapa tempat, yang secara keseluruhan saling terkait. Perlu dibaca berulang-ulang, direnungkan dan penggambaran dalam pikiran Anda agar bisa memahaminya. Tapi, saya kira, langkah pertama adalah jangan mudah menyerah. Saran pertama adalah, membacanya mulai dari halaman belakang ke depan, untuk memahami tentang nabi-nabi. Perlu juga membaca apa penjelasan atau penafsiran berbagai tokoh tentang isi Al-Quran.
Sejauh mana proses mempelajari Al-Quran berpengaruh pada diri Anda, apakah proses itu membawa perubahan pada hidup Anda?
Saya kira, yang paling terpenting adalah saya jadi lebih memahami Islam dan Al-Quran, soal kewajiban salat, dan ada perasaan yang mendalam soal salat ini dan bagaimana kehidupan bisa dibingkai lewat salat dan doa. Pemahaman saya yang masih sedikit tentang Islam, cukup membuat saya mengakui bahwa Islam adalah agama yang berdasarkan pada ajaran tentang "Sang Pencipta". Buat saya, hal ini merupakan sebuah ajaran etika yang luar biasa, dan ketika saya melihat orang lain, saya mengakui bahwa mereka adalah perwakilan Tuhan di bumi untuk menjaga dunia ini.
Kita tahu, bahwa Barat kerap mengkritik bagaimana Quran memosisikan kaum perempuan. Menurut Anda sendiri bagaiman Quran memosisikan kaum perempuan?
Pertama sekali, penting dipahami bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama di mata Tuhan. Laki-laki dan perempuan sama-sama bertanggung jawab atas nasib mereka sendiri. Seorang perempuan bisa masuk neraka sama gampangnya dengan seorang lelaki. Seorang perempuan juga bisa masuk surga sama mudahnya dengan seorang laki-laki. Ini adalah ajaran agama yang mengagumkan tentang persamaan kedudukan antar kaum lelaki dan perempuan.
Tapi ada perbedaan sosial dalam Quran, dan Barat tidak suka itu. Perbedaan itu terkait aspek fisik dan beban tanggung jawab antar lelaki dan perempuan. Saya pernah bertemu dengan seorang imam yang mengatakan bahwa adalah tanggung jawab suami untuk memastikan bahwa kebutuhan keluarganya terpenuhi, dan adalah tanggung jawab seorang istri untuk membesarkan dan mendidik anak-anak serta mengatur kehidupan dalam keluarga. Jika seorang perempuan punya kepentingan ke luar rumah, maka ia harus bernegosiasi mendapatkan izin dari suaminya. Jadi, tetap ada negosiasi dalam sebuah ikatan perkawinan.
Lalu bagaimana pendapat Anda soal ayat-ayat dalam Quran yang berkaitan dengan jihad?
Ada banyak penafsiran yang berbeda tentang jihad dalam Islam. Ini berkaitan dengan konteks sejarah. Tapi saya pikir, penting bagi kita untuk mengetahui akar kata "jihad" yang artinya "pengerahan tenaga" atau "perjuangan". Dalam Quran, masalah jihad disebut sekitar 35 atau 36 kali dan hanya 5 diantaranya yang berhubungan dengan kemiliteran.
Tradisi Islam dan Quran juga mengajarkan untuk memperlakukan para tawanan dengan baik. Anda tidak perlu menggunakan bom napalm terhadap orang yang hanya menggunakan pistol. Islam dan Quran juga mengajarkan untuk mencintai lingkungan hidup, Anda tidak boleh merusak, Anda tidak boleh menganiaya musuh yang sudah menyerah atau ketika ada kesepakatan gencatan senjata.
Pertanyaan terakhir, bagaimana tanggapan pembaca atas buku Anda, apakah ada kritik dari kalangan Kristen maupun Muslim?
Secara umum, kalangan Kristiani menyukai buku ini. Kalaupun mengkritik hanya beberapa masalah kecil saja. Sedangkan di kalangan Muslim, ketika saya memberikan kuliah tentang pengenalan Islam, ada seorang mahasiswa Pakistan yang agak jengkel pada saya. Menurut mahasiswa itu, kalau saya mengatakan hal-hal yang positif tentang Quran, seharusnya saya pindah agama ke Islam. Di kelas lainnya, seorang mahasiswi mengatakan pada saya, "Kapan Anda akan mengekpose Islam sebagai agama hasil pekerjaan orang-orang jahat?"
Jadi ada dua kubu yang memberi tanggapan berbeda. Saya berdiri di antara dua kubu itu. Saya pun belajar memahami tentang karakter beragam orang. Tapi sebagian besar Muslim, mereka menyatakan berterima kasih saya menulis buku "Opening the Quran" ini. (kw/Zaman)

[Baca...]



Hidayatullah.com--Mantan panglima militer Serbia-Bosnia Jenderal Ratko Mladic untuk pertama kali hadir di sidang mahkamah kejahatan perang di Den Haag, Belanda, dengan mengatakan tidak akan mengajukan pembelaan terhadap dakwaan sebagai orang yang "tak bermoral" dan "menakutkan".
Pembantai ratusan ribu kaum Muslim Bosnia itu didakwa menjadi otak pembantaian hampir 8.000 pria dewasa dan bocah laki-laki muslim Bosnia di Srebrenica pada tahun 1995.

Penjagal kaum Muslim itu mengatakan kepada mahkamah bahwa dia melakukan pembantai dengan dalih "membela rakyat dan negara saya".
Mladic ditangkap di Serbia pekan lalu setelah dicari-cari selama 16 tahun.
Pengacara dan keluarganya menyatakan dia terlalu sakit untuk diadili, tapi tim dokter sejauh ini menyatakan dia sehat untuk dihadirkan di sidang pengadilan.
Berkas perkaranya memuat dakwaan genosida, penganiayaan, pemusnahan, pembunuhan, pengusiran, tindak-tindakan tidak manusiawi, teror, deportasi dan penyanderaan berkaitan dengan tuduhan bahwa dia berperan dalam rencana untuk mewujudkan ''pembersihan atau pengusiran selamanya'' warga muslim dari banyak bagian Bosnia untuk mendirikan ''Serbia Raya''.
Dalam sidang pertama di Mahkamah Internasional untuk bekas Yugoslavia, Jenderal Mladic ditanya apakah dia bisa memahami proses hukum kasusnya dan dia menjawab bisa.
Dia menyebutkan nama dan tanggal lahir, meski tanggal yang dia sebutkan berbeda dengan catatan pengadilan.
Mahkamah menunjuk pengacara Serbia, Aleksandar Aleksic, sebagai pengacara Jenderal Mladic untuk sidang pendahuluan.
Jenderal itu bisa memilih pembela tetap untuk pengadilan kasusnya, atau memilih untuk membela dirinya sendiri di persidangan.
Hakim Alphons Orie menyatakan sidang awal bertujuan untuk mengumumkan daftar dakwaan terhadap Jenderal Mladic dan meminta dia menyatakan sikap atas dakwaan tersebut.
Jika Jenderal Mladic tidak menyatakan sikap dalam 30 hari, hakim akan menyatakan dia mengaku tidak bersalah atas dakwaan.
Pengacara yang mendampingi Mladic sebelum diekstradisi hari Selasa (31/5), Milos Saljic, mengatakan Jenderal Mladic tidak akan menyatakan sikap dalam sidang.
Korban Muslim Bosnia
Dikabarkan lebih 200.000 Muslim Bosnia menjadi korban kekejaman pasukan Kristen Serbia selama upayanya pelenyapan etnis Muslim Bosniaberlangsung. Lebih dari 20.000 Muslimah juga dikabarkan menjadi korban perkosaan yang dilakukan secara sistematis oleh pasukan Serbia.
Mladic juga dipersalahkan atas pembantaian 8.000 lelaki dan remaja Muslim di Srebrenica akibat ketidakmampuan pasukan dari Belanda yang diberi mandat PBB untuk menjaga kamp pengungsi di Srebrenica. Setelah pasukan Serbia berhasil menguasai Srebrenica, mereka mulai memisahkan laki-laki berusia 12-77 tahun hingga terjadi pembantaian terhadap warga Muslim. Selama lima hari, pasukan Serbia dipimpin Jenderal Ratko Mladic dengan bantuan pasukan paramiliter Serbia yang dikenal sebagai pasukan Scorpion, dan dengan leluasa melakukan pembantaian terhadap lelaki dewasa dan anak-anak lelaki Muslim.
Kasus gensida terhadap etnis Muslim Bosnia ini diakui banyak pengamat sebagai kasus pembantai paling kejam dan buruk setelah kasu Nazi oleh pasukan Hitler.*
Foto>>
(Kiri)-Sisa-sisa mayat Muslim Bosnia yang hamil bersama bayi dalam dikandungnya usai penemuan kuburan massal di Suha, Srebrenica, dekat Bratunac. Kepala, jari, dan kaki sang bayi masih terlihat jelas. Temuan menunjukkan, wanita ini dikurung di sebuah rumah kosong kemudian dibakar habis oleh tentara Serbia. Ketika mencoba melarikan diri, ia ditembak dengan peluru diperutnya. Korban kasus genosida di Bosnia terhadap Muslim Bosnia tahun 1995 hanya diakui  puluhan ribu. Namun sumber-sumber akurat lain, korban mencapai 200 ribu Muslim.
 


(Kanan)-Temuan kuburan massal

Sumber : bbc/hol
Rep: CR-3
Red: Cholis Akbar

[Baca...]



Jenderal Ratco Mladic Diekstradisi ke Den Haag

Mantan Komandan pasukan Serbia Bosnia, Jenderal Ratko Mladic, diekstradisi ke Den Haag, dan akan diadili atas kejahatan kemanusiaan dan genosida.
Mantan Komandan pasukan Serbia Bosnia, Mladic (69), Selasa tiba tempat penahanan di kota Scveningen Belanda, dan selanjutnya akan menghadapi dakwaan melakukan kejahatan kemanusiaan, dan melakukan pembantaian atas ribuan Muslim Sebrenecia. Pengadilan terhadap para penjahat perang itu didukung oleh PBB.

"Mladic, ditangkap dan ditahan pihak berwenang Serbia pada Kamis, 26 Mei 2011. ICC (Pengadilan Kriminal Internasional) untuk bekas Yugoslavia (ICTY), mengumumkan, tentang ekstridasi penjahat perang bekas Yugoslavia, Jenderal Ratco Mladic. Komandan Pasukan Serbia Bosnia itu, berada dalam satu tahanan dengan pemimpin Serbia Radovan Karadzic, yang sedang diadili.
Di Beograde, Menteri Kehakiman Serbia , Snezana Malovic, mengatakan ekstradidi terhadap Mladic sebagai bukti komitmen Serbia terhadap komitmen moral", ujarnya.
"Mladic telah melakukan kekejaman yang yang luar biasa, dan memerintahkan pasukan Serbia membantai Muslim Bosnia, dalam perang yang berlangsung tahun 1992-95. Mladic memerintahkan pembantaian terhadap Muslim di Srebrenica.
Di mana sekitar 8.000 Muslim pria dan anak laki-laki ditangkap dan dibunuh, serta melakukan pengepungan yang panjang selama 44 bulan terhadap kota Sarajevo, serta diperkirakan lelbih 10.000 orang tewas.
Saat-saat kemampuan pasukan Muslim Bosnia akan mencapai kemenangannya atas pasukan Serbia, tiba-tiba Amerika Serikat menghentikan perang, dan membawa Serbia ke meja perundingan dan menyelamatkan rezim pembantai Muslim itu, dan berunding di Dayton. Inilah sejarah kelam Barat, yang menghetikan pasukan Muslim, yang telah mencapai titik balik melawan Serbia.(mh/aljz)

[Baca...]



Satu Hari 8 Tentara AS Tewas di Afghanistan

AFGANISTAN (voa-islam.com) - Delapan anggota Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan AS kembali tewas dalam banjir kekerasan terbaru terhadap pasukan asing di Afghanistan selatan.

"Tujuh anggota ISAF tewas menyusul serangan bom rakitan di Afghanistan selatan hari ini (26/05/2011),"lapor seorang koresponden Press TV, mengutip pernyataan singkat yang dirilis oleh kontingen militer pada hari Kamis.

Sementara itu, Pentagon telah mengkonfirmasi bahwa semua tentara yang tewas tersebut merupakan orang Amerika.

Dalam insiden terpisah, seorang tentara pimpinan AS juga tewas pada hari Kamis dalam kecelakaan helikopter di provinsi tenggara Afghanistan Paktika, sekitar 155 kilometer tenggara ibukota Afghanistan Kabul.

Kelompok pejuang Taliban mengatakan mereka menembak jatuh helikopter yang dioperasikan oleh pasukan militer AS di provinsi Paktika. Taliban juga mengklaim bahwa mereka telah menembak jatuh beberapa pesawat tanpa awak drone serta helikopter milik NATO dan ISAF di berbagai bagian Afghanistan.

Menurut laporan seorang koresponden Press TV, helikopter itu hancur Kamis pagi setelah turun di distrik Nikah provinsi Paktika.
..Taliban juga mengklaim bahwa mereka telah menembak jatuh beberapa pesawat tanpa awak drone serta helikopter milik NATO dan ISAF di berbagai bagian Afghanistan..
Insiden itu terjadi hanya dua hari setelah sebuah jet tempur NATO jatuh di provinsi Farah barat Afghanistan.

Sejauh ini bom pinggir jalan dan bom rakitan (IED) merupakan senjata paling mematikan pejuang Taliban yang digunakan untuk melawan pasukan asing, pasukan Afghanistan.

Lebih dari 191 tentara asing telah tewas di Afghanistan yang dilanda perang sepanjang tahun ini.

Tahun 2010, bagaimanapun, tetap menjadi tahun paling mematikan bagi korban militer asing dengan laporkan 711 diantaranya tewas. Jumlah itu menlampaui rekor sebelumnya 521, yang terjadi pada tahun 2009.

Ratusan warga sipil juga tewas dalam serangan udara yang dipimpin AS dan operasi darat di berbagai bagian Afghanistan selama beberapa bulan terakhir, sehingga semakin meningkatkan kemarahan orang-orang Afghanistan atas jumlah korban dari serangan mematikan yang tampaknya tak ada akhirnya.

Selain itu, korban tewas dari warga sipil Afghanistan yang meningkat sebagai akibat operasi NATO dan militer AS di negara itu telah memicu ketegangan antara Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan sekutu Barat-nya. (mb/ptv)

[Baca...]




REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Penyergapan dan pembunuhan Usamah bin Ladin di Pakistan oleh tentara Navy SEALS Amerika Serikat masih menyisakah banyak tanda tanya. Apalagi Pemerintah AS berulang kali mengubah pernyataan terkait penyerangan itu dan informasi seputar Usamah.

Malah sekarang yang menjadi sorotan bagi publik AS adalah Pakistan yang menurut mereka 'menyimpan' Usamah bin Ladin, si biang teror. Bukannya memperjelas informasi soal keterlibatan Usamah dalam berbagai peristiwa teror maupun mempermasalahkan dilanggarnya wilayah kedaulatan Pakistan oleh tentara AS.

Usamah bin Ladin sudah terlanjur kental menjadi sosok teroris, raja teroris malah. Ini gara-gara media internasional percaya begitu saja informasi pemerintah AS bahwa Usamah dan Alqaidah yang paling bertanggungjawab atas serangan ke menara kembar WTC di New York, 11 September 2001.

Sementara sejumlah keganjilan dan suara-suara kritis soal peran Usamah, Alqaidah, maupun intelejen dalam sejumlah peristiwa teror itu kerap terpinggirkan. Untuk memperkaya wawasan terkait teror inilah, Republika mengangkat tulisan dari jurnalis kawakan, Seymour M Hersh. Dalam bukunya Chain of Command yang terbit pada 2005, Hersh menulis sejumlah kejanggalan informasi dan intelejen seputar peristiwa 9/11. Dalam buku ini, Hersh banyak sekali mengutip sumber anonim, karena sensitifnya informasi yang mereka sampaikan.

Berikut petikannya:

Peristiwa 9/11 membuat dunia intelejen AS kebakaran jenggot. Dua pekan setelah peristiwa mengerikan itu, kalangan intelejen ternyata belum mendapat informasi yang utuh soal siapa dalang peristiwa. Mereka masih bingung, ragu, dan tidak satu suara soal aksi ini. Siapa aktor di belakangnya, bagaimana bisa terjadi, berapa banyak yang terlibat, dan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Hersh menangkap ada dua konsensus umum saat itu di lingkaran intelejen AS. Pertama: Serangan 9/11 sangat brilian direncanakan dan dieksekusi. Kedua, dunia intelejen tak sanggup menyetop peristiwa tersebut.

Pada 23 September 2001, Menhan AS Colin Powell mengatakan ke publik bahwa pemerintah akan berusaha keras mencari siapa dalang peristiwa 9/11 dan menjabarkannya secara jelas. Powell juga langsung menuding Usamah sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas serangan. "Kami terus mengumpulkan informasi, informasi intelejen, FBI, dan lembaga keamanan lain terkait hal ini," kata Powell.

Namun penjabaran informasi itu tak kunjung dilakukan. Alasannya, informasi sangat rahasia dan tidak mungkin diberitakan. Namun pejabat senior CIA mengatakan pada Hersh bahwa hingga akhir September, AS belum punya informasi yang solid soal operasi, pembiayaan, dan perencanaan aksi WTC.

Pada saat yang sama, lingkar intelejen AS terbelah menjadi dua faksi. Pertama, faksi FBI yang percaya bahwa teroris yang menyerang WTC bukanlah organisasi yang solid. "Pemilihan orang-orang ini (teroris) seperti asal comot saja," kata si pejabat CIA. FBI mengakui mereka sukar mengakses informasi soal pelaku penabrakan pesawat ke sejumlah objek vital itu.

Ringkasnya, kata si pejabat CIA, serangan WTC berhasil karena untung-untungan. Bukan karena direncanakan sangat matang. "Yang benar saja. Lihat teroris-terorisi tu. Apakah kau percaya mereka bisa membajak empat pesawat? Empat! Kalau cuma satu pesawat mungkin. Mereka kan bukan manusia super."

Pendapat faksi kedua disokong oleh Pentagon dan CIA. Kedua badan ini 'memuji' aksi 9/11. Menurut mereka, aksi teror itu direncanakan dengan sangat rapi. "Teroris itu sangat profesional. Mereka tidak bisa dilacak," kata seorang pejabat. "Kemungkinan mereka bekerja dengan sistem sel. Tidak lebih dari enam orang dalam satu sel. Tiga orang mengetahui rencana, tiga lainnya tidak," kata si pejabat.

Pengungkapan jatidiri teroris 9/11 pun terkesan sangat cepat. Banyak penyidik kaget karena data-data identitas teroris seperti dokumen manual pesawat yang akan dibajak dan dokumen persiapan serangan, sangat mudah ditemukan. Salah satu mantan petinggi intelejen AS mengatakan pada Hersh, "Itu jejak para teroris kok mudah banget ditemukan. Seakan-akan ditinggalkan dengan mencolok agar FBI bisa segera melacaknya."

Menghubungkan Usamah bin Ladin dengan serangan di WTC juga sempat jadi tanda tanya para penyidik. Alis mereka berkerut ketika nama Usamah dimunculkan. "Si Usamah ini orang yang tinggal di gua di Afghanistan dan dia yang mengatur operasi teror ini? Ini operasi sangat besar! Usamah tidak mungkin bertindak sendiri," kata seorang pejabat CIA pada Hersh.

Tapi yang paling mengerikan, lanjut di pejabat CIA, "Adalah teroris ini tahu betul tahapan yang harus dilakukan dan mereka sangat tepat waktu. Mereka tahu bagaimana kebiasaan petugas keamanan pesawat. Mereka tahu semua."

Keraguan lain datang dari seorang pejabat militer AS. Kepada Hersh ia mengatakan, para pelaku serangan WTC begitu muda mendapat visa masuk dan belajar terbang di AS. Melihat kenyataan itu, para penyidik bertanya-tanya, jangan-jangan ada keterlibatan badan intelejen asing lainnya di belakang para teroris.


Redaktur: Stevy Maradona

[Baca...]



Mesir Akan Buka Permanen Pelintasan Rafah Menuju ke Gaza

KAIRO, MESIR (voa-islam.com) - Mesir akan secara permanen membuka perbatasan Rafah ke Gaza awal Sabtu, seorang pejabat Mesir melaporkan Rabu. Langkah ini menyediakan orang-orang Gaza pintu terbuka ke dunia luar untuk pertama kalinya dalam empat tahun.

"Pemerintah Mesir memutuskan untuk membuka perbatasan Rafah untuk (memberikan) bantuan (kepada) rakyat Gaza secara permanen," kata Duta Besar Menha Bakhoum, kepala media dan diplomasi publik Departemen Luar Negeri Mesir. Perlintasan resmi akan tetap buka setiap hari 9:00-17:00 kecuali hari Jumat dan hari libur.

Semua aparat keamanan negara akan terlibat dalam pengamanan perbatasan, katanya.

Perlintasan Rafah telah menjadi portal ke seluruh dunia bagi 1,5 juta Gaza warga Palestina sejak Israel "nenutup semua ruang udara dan wilayah perairan Gaza dan kecuali perlintasan Erez Crossing untuk Palestina" empat tahun lalu, kata Gisha, organisasi non-pemerintah Israel yang mendukung tentang isu kebebasan gerakan Palestina.

Perlintasan Erez ada di perbatasan antara Gaza dan Israel. Melewati perlintasan itu hanya terbatas pada "kasus-kasus kemanusiaan yang luar biasa, terutama kasus-kasus medis yang mendesak," yang telah mencegah warga Palestina dari perjalanan antara Gaza dan Tepi Barat, kata kelompok itu.

Rafah ditutup setelah tentara Israel Gilad Shalit ditangkap pada bulan Juni 2006, sebagian besar ditutup sampai Juni lalu, ketika Mesir membukanya setelah kejadian di mana sembilan aktivis di atas konvoi kapal armada yang mengangkut bantuan ke Gaza tewas, menurut Gisha. Sejak saat itu sampai Januari, rata-rata 19.000 orang per bulan telah menyeberangi Rafah dari kedua arah, hampir setengah rata-rata selama semester pertama tahun 2006, tambahnya.

Saat ini, orang asing, pemegang visa dan orang-orang mencari pertolongan medis atau belajar di Mesir bisa menyeberang melalui Rafah, katanya. Di antara orang-orang Palestina, hanya mereka yang terdaftar dalam registrasi penduduk yang dikontrol Israel bisa menyeberang, katanya.

Tidak ada reaksi langsung dari pejabat pemerintah Israel. Tetapi pada Selasa, sebelum pengumuman tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam Hamas dalam wawancara dengan Fox News.

"Mereka menempatkan di Gaza sekitar 10.000 roket, yang mereka tembakkan pada kami," katanya. "Mereka sudah menembakkan 6.000 roket pada kami. Mereka menimbun lebih banyak lagi. Jadi, mereka bukan mitra untuk perdamaian."

Pembukaan tersebut menandai perubahan bagi pemerintah Mesir, yang telah mencincang erat dengan kepentingan-kepentingan Israel di bawah Presiden Hosni Mubarak, yang digulingkan bulan Februari lalu. (mb/cnn)

[Baca...]



JEDDAH, ARAB SAUDI (voa-islam.com) - Menteri Urusan Islam Saleh Al-Asheikh telah menekankan perlunya memanfaatkan media informasi modern termasuk internet dan stasiun radio FM untuk menyebarkan pesan Islam.
"Radio FM dengan gelombang pendek telah ditemukan lebih efektif dalam menyebarkan agama Islam," kata menteri, menambahkan bahwa itu telah berhasil digunakan di negara-negara Afrika, Asia Timur dan Asia Tenggara.

"Kita bisa mencapai sejumlah besar orang melalui radio FM dari saluran satelit dan dengan harga yang murah,"katanya dan mendesak para dermawan untuk menggunakan media yang dinamis ini untuk kerja Da'wah.

Ia mengatakan para ulama Islam di Inggris dapat memberikan kelas-kelas dan kuliah melalui Internet, menargetkan penonton di berbagai belahan dunia. "Banyak orang di seluruh dunia ingin tahu lebih banyak tentang Islam."
..Al-Asheikh juga menekankan kebutuhan untuk menggunakan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk penyebaran Islam..
Al-Asheikh juga menekankan kebutuhan untuk menggunakan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk penyebaran Islam, mengatakan generasi muda menggunakan media ini untuk komunikasi dan bertukar informasi.

Ia berharap saluran satelit perlahan-lahan akan menghilang dalam 10-15 tahun ketika orang-orang akan mengalihkan fokus mereka ke Internet. "Jadi, kita harus memiliki kehadiran yang lebih besar di Internet dan kita harus mengeluarkan uang lebih untuk mengembangkan media ini," kata menteri tersebut.

Senin lalu, Al-Asheikh meluncurkan situs baru untuk Hadis bernama www.alssunnahnet.com untuk menyoroti kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. Situs ini juga menawarkan fatwa dan konsultasi legislatif, yang dijawab oleh sekelompok ulama dari berbagai bidang ilmu. (up/arbn)

[Baca...]



Seorang pria yang diyakini sebagai Jenderal Ratko Mladic, penjahat perang yang paling dicari di Eropa, telah ditangkap di Serbia, media berita melaporkan Kamis ini (26/5).

Televisi pemerintah Serbia mengatakan seorang pria yang yang mengidentifikasi dirinya sebagai Milorad Komadic ketika ia ditangkap Kamis ini diduga kuat adalah komandan tentara Serbia Bosnia di masa perang. Namun laporan ini tidak memberikan rincian lainnya.
Uni Eropa mengatakan ada semua alasan untuk percaya bahwa Mladic telah ditangkap, namun juru bicara Komisi Uni Eropa Natasha Butler mengatakan Uni Eropa masih menunggu konfirmasi.
Media Kroasia, yang pertama melaporkan hal ini, mengatakan polisi mendapat konfirmasi dari rekan Serbia mereka bahwa analisis DNA mengkonfirmasi identitas Mladic.
Mladic telah menjadi buron sejak tahun 1995 ketika ia didakwa oleh pengadilan kejahatan perang PBB di Den Haag, Belanda, atas tindakan genosida dalam pembunuhan sekitar 8.000 Muslim Bosnia di Srebrenica dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pasukannya selama perang Bosnia pada era 1992-95.
Juru bicara Pengadilan kejahatan perang YugoslaviaNerma Jelacic kepada Associated Press mengatakan bahwa ia belum dapat mengkonfirmasikan laporan tersebut.
Sedangkan Jaksa kejahatan perang Serbia menolak untuk mengkonfirmasi atau membantah laporan itu. Presiden Serbia Boris Tadic telah menjadwalkan akan mengadakan sebuah konferensi media yang mendesak beberapa saat lagi.(fq/ap)

[Baca...]



Tanggal 11 Mei kemarin, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS wilayah South Dakota menggelar konferensi di Rapid City dengan menghadirkan sejumlah pembicara, diantaranya Walid Shoebat yang melontarkan pernyataan kontroversial tentang teroris dan Islam.

Belakangan, koran lokal Rapid City Journal berhasil mengungkap bahwa sejumlah pembicara dalam konferensi itu ternyata "orang-orang bayaran" Departemen Dalam Negeri AS.
Awalnya, asisten kordinator Rapid City-Pennington County Emergency Management, Alexa White menolak permintaan Rapid City Journal yang ingin mengetahui jumlah honor yang diberikan pada pembicara dalam konferensi itu. Koran lokal itu lalu mendesak White berdasarkan Freedom of Information Act (Undang-Undang kebebasan mendapatkan informasi) yang berlaku di AS. White akhirnya memberikan daftar honor pembicara pada 19 Mei 2011.
Dari daftar itu diketahui bahwa Walid Shoebat menerima bayaran sebesar 5.000 USD plus uang pengganti biaya yang sudah dikeluarkan oleh Shoebat selama mengikuti konferensi itu. Isu ini menjadi isu sensitif mengingat Shoebat adalah sosok kontroversial di AS yang kerap melontarkan pernyataan miring tentang Islam dan Muslim.
Belakangan ini, nama Shoebat menjadi terkenal sebagai penulis dan pembicara profesional, setelah ia membuat pengakuan bahwa ia adalah mantan seorang teroris organisasi Palestine Liberation Organization (PLO), yang pindah agama menjadi seorang Kristiani.
Dalam konferensi Keamanan Dalam Negeri kemarin, Shoebat kembali melontarkan pernyataan miring tentang Islam. Ia mengatakan bahwa terorisme melekat dalam ajaran Islam. Para pendukung terorisme, ujar Shoebat, sudah menyusup ke komunitas Muslim di masjid-masjid, ke organisasi kemasyarakatan dan bahkan ke dalam kemiliteran AS.
"Anda semua sudah terinfiltrasi," kata Shoebat dalam konferensi itu.
Komunitas Muslim di Rapid City dan organisasi Muslim di AS seperti Council on American-Islamic Relations (CAIR) dan American Civil Liberties Union (ACLU) mengkritik kehadiran pihak penyelenggara yang mengundang Shoebat sebagai pembicara dalam konferensi tersebut. Apalagi Shoebat diminta berceramah dengan tema "Muslim Teologi, Budaya dan Terorisme."
Rapid City Journal menyebutkan, selain Shoebat, ada lima pembicara lainnya yang juga menerima bayaran. Padahal beberapa pembicara lainnya dalam konferensi itu tidak menerima bayaran.
Pembayaran sepenuhnya dilakukan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri wilayah Sout Dakota, dengan total pengeluaran untuk biaya makan, hotel dan honor "pembicara khusus" itu sebesar 31.250 USD. (ln/RCJ)

[Baca...]



Perubahan Sosial-Politik Timur Tengah: Saatnya Umat Islam Bersatu Raih Kejayaan

YOGYAKARTA (voa-islam.com) – Menanggapi berbagai isu sosial dan politik yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO menjadi tuan rumah mewakili Indonesia sebagai panitia dalam Seminar Internasional yang ketujuh –sebelumnya, Seminar Internasional keenam digelar di Sudan. Seminar bertajuk "Sosio-Political Change in the Islamic World: Challenges and Opportunities" ini dihadiri para delegasi pemuda dari berbagai negara muslim, yang ikut serta sebanyak 20 dan beberapa utusan elemen mahasiswa local.

Kegiatan ini dilaksanakan di Jogja (17/5/2011) di Aula Gedung Universitas Gajah Mada,  langsung dibuka oleh Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso yang juga Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan dilanjutkan dengan seminar oleh Bapak Amien Rais Mantan ketua PP Muhammadiyah dan Bapak Anwar Ibrahim, tokoh oposisi Malaysia.
Seminar ini bertujuan untuk menyatukan suara kaum muda dari berbagai negara muslim, pada saat terakhir ini dihadapkan dengan berbagai konflik pembaharuan politik di negaranya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, setelah beberapa negara muslim, kaum mudanya telah menundukkan pemerintahan dengan demonstrasi besar-besaran seperti yang terjadi di Sudan, Bahrain, Mesir, Libya dan Tunisia.
Ketua Umum HMI MPO, M Chozin Amirullah menyatakan bahwa gejolak yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara, sebagian besar dilakukan oleh Kaum muda dan Mahasiswa. Implikasi di lapangan berbeda dengan sistem yang akan dilakukan, banyak pihak mengambil manfaat atas kemelut yang terjadi.
Di lain pihak, ada negara yang senang dan ikut campur dalam memanaskan gejolak yang terjadi, memberikan bala bantuan dana hanya untuk menghancurkan negara yang selama ini tenang dan damai. “Demokrasi dan HAM menjadi pilar yang selalu mereka angkat tetapi kenyataannya HAM itu sendiri tidak mereka tegakkan,” ungkap Chozin.
Sementara itu, Priyo Budi Santoso menjelaskan bahwa kekerasan yang terjadi dan demonstrasi besar-besaran yang tengah terjadi bukan memberikan solusi malah memperburuk keadaan negara muslim karena ada yang memanfaatkan dan sengaja membuat konflik ini. Priyo juga optimis bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah. “Indonesia sebagai negara mayoritas kaum muslimin, bisa menjadi pihak ketiga dalam menyelesaikan gejolak yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika,” jelasnya.
Islam mengajarkan keadilan, tidak mengajarkan kekerasan, begitu juga dengan agama lain yang ada di dunia. Islam bukan sebagai sebuah ketakutan yang harus dibenci seperti yang terjadi di Barat. Agama Islam telah sempurna melalui Rasulullah sebagai suri teladan untuk umat manusia. “Untuk menghadapi kekerasan yang terjadi pada negara muslim, umat Islam harus bersatu, sekarang saatnya untuk selalu bekerjasama untuk saling bersatu agar menjadi jaya kembali,” tutur Priyo. [taz]

[Baca...]



AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Departemen Luar Negeri AS hari ini (19/05/2011) di bawah Executive Order 13224, menambahkan, Jaish al Islam atau Tentara Islam yang dikaitkan dengan Al-Qaeda berbasis di Gaza, ke dalam daftar Organisasi Teroris Asing. Penunjukan tersebut memungkinkan AS untuk membekukan aset kelompok pejuan Islam itu, mencegahnya dari menggunakan lembaga keuangan, dan menuntut anggotanya dengan tuduhan kegiatan terorisme.
Tentara Islam juga dikenal sebagai Brigade Tauhid dan Jihad. Kelompok ini didirikan pada akhir 2005 dan saat ini dipimpin oleh Mumtaz Dughmush. Kelompok ini dilaporkan telah dibiayai oleh Mohammad Dahlan, kepala keamanan Fatah di Gaza sebelum Hamas mengambil alih kekuasaan tahun 2007. Tentara Islam dikaitkan dengan Abu Qatada, seorang Palestina yang berfungsi sebagai pemimpin spiritual Al-Qaeda di Eropa dan yang saat ini dalam tahanan Inggris.

Tentara Islam "menyetujui ideologi Salafi Jihadi tentang jihad global bersama dengan model tradisional dari perlawanan bersenjata Palestina," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah siaran pers saat penunjukkan. Kelompok pejuang Islam ini "sebelumnya bekerja dengan Hamas dan berupaya untuk mengembangkan kontak lebih dekat dengan Al-Qaeda."

Kelompok ini telah merilis propaganda yang menyatakan afiliasinya dan dukungan untuk Al-Qaeda. Pada tanggal 7 Mei 2011, hanya lima hari setelah kematian Sheikh Usamah Bin Ladin, Tentara Islam mengeluarkan pernyataan memuji pemimpin Al-Qaeda tersebut. Juga, pada bulan Agustus 2008, Sheikh Abu Harits al Anshari, seorang pemimpin Tentara Islam, mengeluarkan pernyataan di forum jihad yang menyatakan Bin Ladin akan berusaha untuk memfokuskan serangan terhadap "orang-orang Yahudi."

Tentara Islam "telah bertanggung jawab atas banyak tindakan teroris terhadap Pemerintah Israel dan Mesir, serta warga Amerika, Inggris dan Selandia Baru," kata Departemen Luar Negeri AS. "Kelompok ini juga bertanggung jawab untuk serangan terhadap warga sipil Mesir awal tahun 2009 di Kairo dan Heliopolis, yang mengakibatkan korban dan kematian." Pemerintah Mesir menuduh Tentara Islam melakukan pemboman di sebuah gereja Koptik di Aleksandria pada 1 Januari 2011 yang menewaskan 21 orang.

Kelompok ini menjadi terkenal di tahun 2006 setelah menangkap tentara Israel Gilad Shalit dan kemudian menyerahkannya kepada Hamas. Juga, pada tahun 2006, Tentara Islam menculik dua wartawan Fox News.
..Tentara Islam "telah bertanggung jawab atas banyak tindakan teroris terhadap Pemerintah Israel dan Mesir, serta warga Amerika, Inggris dan Selandia Baru," kata Departemen Luar Negeri AS..
Pada tahun 2007, sebuah sel dari Tentara Islam, yang dipimpin oleh Khattab al Maqdasi, juga menculik wartawan BBC Alan Johnston pada tahun 2007. Maqdasi dikatakan telah berjuang bersama Taliban di Afghanistan. Kelompok ini menuntut pembebasan Abu Qatada dalam pertukaran untuk Johnston.

Tentara Islam adalah salah satu dari empat kelompok pejuang Salafi Jihadi terkenal yang mencari hubungan lebih dekat dengan al Qaeda dan berbasis di wilayah Palestina. Kelompok-kelompok lainnya adalah Jund Ansar Allah, Jaish al ummah, dan Jaish al Mu'minun.

kelompok Salafi Jihadi Gaza yang terkait Al-Qaeda

Jund Ansar Allah, atau Warriors Allah. Para angota Jund Ansar Allah diperkirakan telah berjuang di Afghanistan dan Irak. Pada bulan Agustus 2009, kelompok tersebut diperangi oleh Hamas setelah pemimpinnya, Latif Moussa (Abu Al Nour al Maqdissi), mengatakan Hamas tidak cukup Islami. Moussa mengumumkan emirat Islam, atau negara Islam di Rafah dan wilayah Palestina.

Tindakan Moussa memicu suatu tindakan keras langsung dari Hamas, yang terancam oleh tantangan kelompok Salafi Jihadi untuk pemerintahan Hamas di Gaza. Hamas menyerang anggota Jund Ansar Allah  di masjid dan lokasi lainnya. Moussa dan Abu Abdullah al Suri, emir militer kelompok tersebut, termasuk di antara mereka yang gugur dalam pertempuran.

Jaish al Ummah atau Tentara Umat. Kelompok Jaish al ummah merilis rekaman video pertama yang mengaku sebagai kelompok jaringan Al Qaeda di Gaza. Video itu menunjukkan para pejuang bertopeng berlatih di padang gurun dan menunggang kuda. Jaish al Ummah memperingatkan umat mengenai pengaruh Iran dan wakilnya, kelompok Jihad Islam.

Jaish al Mu'minun, juga dikenal sebagai jaringan Al-Qaeda di Palestina. Kelompok ini tidak banyak diketahui telah menjarah American International School, melepaskan tembakan di sebuah pusat YMCA, dan diyakini telah membunuh seorang penjual buku Kristen. Kelompok ini mengklaim "tidak ada hubungan organik dengan Al-Qaeda," tetapi mengatakan "kita berbagi ideologi." Dalam rekaman propaganda kelompok itu mengatakan "Tujuan kelompok itu bukan hanya untuk membebaskan Palestina, tetapi untuk menyebarkan Islam di mana-mana." (aa/lwj)

[Baca...]




Riyadh (SI ONLINE) - Pihak berwenang Saudi Arabia telah menyanggah klaim Association of Public Analysts Inggris yang menyatakan air zam-zam mengandung Arsenik dengan kadar tinggi. Tim peneliti dari King Fahd University of Petroleum and Mineral, Dhahran menyimpulkan bahwa air Zamzam bebas dari setiap unsur berbahaya, termasuk arsenik.
 
Anggota tim peneliti Guru Besar Departemen Fisika Universitas King Fahd, Prof. Dr Fida Al-Adil pada hari Kamis (12/5/2011) mengatakan studi penelitian independen yang dilakukan oleh tim peneliti baru-baru ini mendapatkan kesimpulan bahwa air Zam-zam tidak mengandung racun berbahaya, termasuk arsenik.

Penelitian tersebut menggunakan beberapa cara, termasuk menggunakan laser disintegrasi spektroskopi diinduksi. Al-Adil menjelaskan, "tim penelitian menggunakan cara khusus dalam penelitian ini, secara khusus agak lebih mengembangkan rincian laser-induced spektroskopi multiplier.

Al-Adil menambahkan, "tim menggunakan cara lain untuk mempelajari komposisi ras dan studi molekul cluster untuk setiap sampel, dan hasilnya, kami mengkonfirmasi tidak ada unsur berbahaya, termasuk arsenik dari setiap sampel air Zamzam yang kami teliti."

Tim penelitian ini tengah mempersiapkan hasil penelitian ini untuk dipublikasikan di salah satu jurnal ilmiah yang terkenal dan handal.

Hasil penelitian ini diperkuat oleh lembaga yang mengurusi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dalam sebuah pernyataan resminya pada Sabtu lalu, le,baga tersebut menyatakan bahwa tidak memiliki laporan yang menunjukkan ada masalah apapun dengan air Zamzam, sehingga aman untuk diminum.

Juru bicara lembaga yang mengurusi Masjid Al haram dan Masjid Nabawi, Ahmad al-Mansuri, mengatakan , "sampel harian diambil dari 31 meter (105 kaki) sumur, dan langkah-langkah telah diambil untuk memastikan itu aman."

Kedutaan Saudi di London juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan air itu "tidak tercemar," dan bahwa analisis pada bulan Maret 2011 di laboratorium Eropa menyatakan aman untuk dikonsumsi manusia.

Tuduhan dari Inggris mengenai bahaya air zam-zam bukanlah yang pertama kali. Food Standards Agency Inggris sebelumnya juga pernah menyerukan agar orang-orang mempertimbangkan untuk tidak meminum air zamzam karena mengandung arsenik atau nitrat yang tinggi. Seruan itu dirilis dalam situs resmi mereka pada 30 Juli 2010.

Red: Jaka
Sumber: shms.com/afp

[Baca...]



Menurut data American Medical Association (AMA), jumlah dokter di AS pada tahun 2006 mencapai 921.904 orang. AMA secara spesifik tidak menyebutkan agama para anggotanya. Tapi diperkirakan 12 % dari jumlah itu, atau sekitar 113.585 dokter adalah keturunan Asia dan 3,5 % atau sekitar 32.452 dokter adalah orang Amerika keturunan Afrika.

Sementara itu, Association of American Medical Colleges pada tahun 2006 juga merilis hasil studi mereka bertajuk "“Diversity in the Physician Workforce”, yang mengindikasikan bahwa dokter-dokter keturunan Asia di Amerika didominasi oleh orang-orang India dan Pakistan. Dokter-dokter berlatar belakang India kebanyakan beragama Hindu dan Association of Physicians of Pakistani Descent of North America mengklaim anggota mereka sudah mencapai 7.000 dokter, baik dokter yang masih bertugas maupun yang sudah pensiun.
Jika melihat laporan Biro Sensus AS, dipekirakan terdapat 40,2 juta warga Amerika keturunan Afrika, dan Komite Judisial Senat AS pada tahun 2003 menyatakan bahwa 2,4 juta Muslim di AS berasal dari komunitas Amerika-Afrika, atau sekitar 5,9 % dari jumlah total populasi orang Amerika-Afrika. Berdasarkan data ini, dipekirakan terdapat kurang lebih 2.000 dokter Muslim dari etnis Amerika-Afrika.
Analisa keseluruhan data-data di atas menyimpulkan bahwa lebih dari 10 % dokter di AS adalah Muslim, sementara jumlah Muslim di AS kurang dari 3 % dari keseluruhan jumlah penduduk negeri Paman Sam itu.
"Jadi, bisa dibilang jumlah dokter Muslim di AS di atas rata-rata," kata Dr. Salim Aziz, seorang dokter ahli bedah jantung di Maryland.
Jumlah dokter Muslim di AS sekarang, bisa jadi bertambah banyak dibandingkan data tahun 2006 itu. Tapi yang menjadi persoalan bagi Muslim AS, meski jumlah dokter Muslim di AS berlimpah, tapi jarang sekali ditemukan rumah-rumah sakit Muslim di negeri itu.
Menurut Dr. Aziz yang sudah 30 tahun menjalankan profesi dokternya, persoalan utama untuk membangun rumah-rumah sakit Islam adalah masalah dana. "Yang tak kalah penting, apakah kita punya niat dan mau fokus untuk membangun institusi kesehatan ini," tukasnya.
Dr. Aziz membandingkannya dengan komunitas Yahudi. "Mereka sudah memulainya dengan berinvestasi di bidang akademis. Mereka membiayai universitas dan perguruan tinggi non-Yahudi. Komunitas Yahudi itu membuka jalan bagi mereka sendiri untuk membangun rumah-rumah sakit yang juga berfungsi sebagai sarana pendidikan. Sehingga mereka berpengalaman dalam mendirikan rumah sakit. Sedangkan komunitas Muslim, mereka tidak melibatkan diri dalam investasi pembangunan gedung yang juga akan digunakan sebagai sarana pendidikan," papar Dr. Aziz.
Untuk memecahkan problem itu, Dr. Aziz menghimbau para pemuka Muslim harus lebih berpandangan maju dan komunitas masjid harus memulai investasi jangka panjang untuk memiliki sebuah institusi layanan kesehatan Islami.
"Komunitas Muslim harus mengubah pola pikir, tidak terfokus pada keterikatan secara etnis saja tapi mesti bekerja sama sebagai satu komunitas yang solid. Dengan kolaborasi dan perencanaan yang baik, komunitas Muslim akan berada pada posisi yang lebih baik untuk membangun sumber daya manusia dan mulai menginvestasikan sumber daya manusia ini dengan cara membangun akademi, rumah sakit dan institusi lainnya," jelas Dr. Aziz.
Saat ini sudah berdiri organisasi Association of Muslim Health Professionals (AMHP). Sejak tahun 2004, organisasi itu berusaha untuk menjalin hubungan dengan seluruh tenaga profesional di bidang kesehatan dan para mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yang ada di seluruh Amerika Utara. AMHP diharapkan bisa menjadi forum diskusi tentang isu-isu kesehatan dan sebagai sarana membangun jaringan untuk memberikan layanan kesehatan khususnya untuk komunitas Muslim.
Menurut juru bicara AMHP, Janice French, anggota organisasi ini sekarang mencapai 1.200 orang. "Kami fokus pada riset dan membantu komunitas-komunitas Muslim dengan membentuk layanan klinik gratis. Klinik gratis ini juga terbuka bagi pasien non-Muslim yang kurang mendapatkan akses layanan kesehatan," ujar French.
Saat ini sudah dibangun lebih dari 6 klinik kesehatan gratis, termasuk klinik yang didirikan atas kerja sama dengan Komunitas Jamaah Masjid di Silver Spring. Manajer Umum klinik, Imam Romodan menyatakan, klinik kesehatannya melayani pasien Muslim dan Non-Muslim. Pegawai dan tenaga dokter di klinik itu juga dari kalangan Muslim dan non-Muslim.
Jubir AMHP Janice French optimis, klinik-klinik kesehatan gratis yang didirikan ini bisa menjadi batu loncatan untuk membangun sebuah rumah sakit Muslim. (ln/NCMC)

[Baca...]



Sekelompok umat Muslim yang tinggal di Jepang mengajukan gugatan terhadap pemerintah setelah bocornya dokumen terkait tentang adanya investigasi polisi rahasia Jepang terhadap kehidupan pribadi mereka.

Empat belas Muslim di Jepang yang melakukan gugatan mengatakan tim anti-terorisme telah melakukan investigasi ilegal dan melanggar kebebasan keyakinan mereka, AFP melaporkan Selasa ini (17/5).
Mereka sekarang masing-masing menuntut 11 juta Yen Jepang (USD 135.000) sebagai kompensasi atas kerugian yang mereka derita.
Pada bulan November 2010, lebih dari 100 dokumen bertahun 2004-2010 telah bocor secara online, dokumen bocor itu memberikan rincian pribadi para tersangka teror yang diduga Muslim yang didapat dari informan polisi di Jepang.
Dokumen, yang berasal dari Departemen Kepolisian Tokyo, mencakup tidak hanya nama, foto, dan alamat, tetapi juga rincian tentang kegiatan rutin dari individu-individu Muslim seperti kunjungan mereka ke masjid dan kebiasaan mereka berinternet.
Menurut pengacara kelompok itu, 98 persen dari 72.000 Jepang Muslim telah dipantau oleh polisi.
"Hal ini sangat jelas bahwa jika Anda seorang Muslim atau memiliki semacam hubungan dengan mereka, Anda akan langsung diletakkan di bawah pengawasan polisi," kata pengacara Kazuyuki Azusawa.
Beberapa korban mengatakan mereka tidak bisa kembali ke negara mereka karena mereka mungkin ditangkap sebagai tersangka teror.
Muslim dianggap sebagai sekte agama minoritas di Jepang, terutama kebanyakan dari mereka adalah orang asing. Namun, Islam adalah agama yang berkembang di negara Asia ini dan 14 muslim Jepang yang terlibat dalam gugatan baru-baru ini beberapa diantaranya adalah mualaf asli Jepang.(fq/prtv)

[Baca...]



Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi serangan beruntun terhadap komunitas Muslim di AS. Lembaga advokasi muslim terbesar di AS, Council on American-Islamic Relations (CAIR) sudah melaporkan dan meminta FBI untuk cepat tanggap menangani kasus-kasus tersebut. Tapi teror berupa aksi kekerasan dengan target komunitas dan fasilitas-fasilitas milik Muslim masih terus terjadi.

Baru-baru ini, CAIR cabang Texas kembali mendesak FBI untuk menyelidiki serangan ke sebuah masjid di Houston, yang diduga berlatar belakang kebencian terhadap Muslim. Dua anak remaja yang tertangkap kamera pengintai yang dipasang di masjid, memecahkan kaca jendela untuk masuk ke masjid, menyiram bensin ke salah satu ruangan dan menyalakan api sehingga menimbulkan kebakaran di dalam masjid.
Direktur Komunikasi Nasional CAIR, Ibrahim Hooper mengatakan, dalam setahun terakhir , masjid-masjid menjadi target serangan, berupa upaya pembakaran masjid dan penistaan terhadap masjid. Kasus-kasus seperti itu menimpa masjid di Oregon, Tennessee, Texas dan Michigan. Pada bulan Mei 2010, sebuah bom bahkan meledak di sebuah masjid di Florida.
"Sejumlah insiden serangan belakangan ini, dengan target komunitas Muslim dan fasilitas-fasilitas milik Muslim menjadi tren di seluruh AS dan sangat mengkhawatirkan. Para politisi dan pemuka agama di level nasional harus segera menanggapi kecenderungan ini," kata Hooper.
Sepanjang akhir pekan kemarin, kata Hooper, selain serangan ke sebuah masjid di Houston, CAIR Michigan menerima laporan dan sedang menyelidiki kasus vandalisme. Sebuah mobil milik Muslim di Michigan, dirusak dan terdapat tulisan "f'ckin sand n'gger" dengan menggunakan cat semprot.
CAIR mencatat insiden serangan terhadap Muslim dan institusi milik Muslim meningkat pasca terbunuhnya Usamah Bin Ladin. Diantaranya adalah dua kasus di atas. Kasus lainnya, sebuah masjid di Lousiana dilecehkan, dimana pelakunya meletakkan daging babi di gagang pintu masuk masjid tersebut.
Masjid di Maine juga menjadi sasaran aksi vandalisme. Rumah keluarga muslim di Minnesota ditulisi "Nazi" dan "KKK" dengan menggunakan cat semprot. Seorang siswa muslim di Texas, dilecehkan gurunya terkait tewasnya Bin Ladin. Sebuah poster dengan gambar yang menyiratkan kebencian terhadap Muslim, ditempel di dekat masjid di New York.
Para pemuka agama dan para imam, sering menjadi target kecurigaan ketika bepergian dengan pesawat terbang. Belum lama ini, tiga cendikiawan Muslim dilarang naik ke pesawat terbang yang akan membawa mereka ke lokasi tempat berlangsungnya konferensi tentang Islamofobia.
Dan sepekan yang lalu, seorang pegawai pom bensin di California, diserang oleh dua orang lelaki dan mengatai petugas bom pensin tadi sebagai "jihadis" yang marah atas kematian Bin Ladin.
Melihat indikasi makin meningkatnya serangan terhadap komunitas Muslim dan institusi Muslim di seluruh penjuru AS, CAIR berharap aparat keamanan di AS bertindak cepat dan berupaya mencegah insiden-insiden serupa terulang lagi. Tapi sejauh ini, lembaga intelijen dalam negeri AS, FBI belum merespon atau memberikan pernyataan resmi atas desakan CAIR itu. (ln/CAIR)

[Baca...]




Demi Persatuan, Semua Organisasi Islam Mesir Sepakat
di Bawah Naungan Al-Azhar
Minggu, 15/05/2011 18:15 WIB | email | print, eramuslim.com
Beberapa organisasi dan perkumpulan keislaman di Mesir beberapa hari yang lalu telah membut kesepakatan untuk bersatu dan berada di bawah naungan institusi Al-Azhar. Demikian dilansir koran Shaut al-Azhar (13/5).
Dalam hal ini, Al-Azhar akan menjadi muara, pucuk pimpinan, sekaligus rujukan tertinggi atas semua himbauan dan kebijakan keagamaan yang nantinya diikuti oleh semua elemen keislaman di Mesir tersebut.


[Baca...]