Tampilkan postingan dengan label Dunia Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Pendidikan. Tampilkan semua postingan



ANTARA DOSA DAN MUSIBAH, oleh: ust Abu Fahmi Ahmad
إن الحمد لله، نحمده، ونستعينه، ونستغفره، ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، أرسله الله تعالى بين يدي الساعة بشيرًا، ونذيرًا، وداعيًا إلى الله بإذنه وسراجًا منيرًا، فبلغ الرسالة، وأدى الأمانة، ونصح الأمة، وجاهد في الله حق جهاده، بلسانه، ويده، وماله، حتى أتاه اليقين فصلوات الله وسلامه عليه وعلى آله، وأصحابه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
Merupakan salah satu persoalan manhaj yang perlu dipahami secara benar, adalah persoalan yang trkait antara maksiat dan musibah.
Ahlussunnah wal Jama`ah memiliki pemahaman yang cantik sesuai al Qur`an dan as Sunnah, sebagaimana dipahami oleh salafush shalih, yaitu: “Setiap apa saja yang menimpa kita, penyebabnya adalah tangan kita (pekerjaan) sendiri” sebagaimana dinyatakan dalam al Qur`an surat Asy syura: 30, an Nisa`: 79
كما قال الله تعالى :{وما أصابكم من مصيبة فبما كسبت ايديكم .. الشورى : 30)
{وما أصابك من سيئة فمن نفسك .. النساء : 79}
Ibnu Katsir rahimahullah di dalam kitab Tafsirnya, mengatakan: bahwa yang dimaksud dengan “min nafsika” adalah “bi dzambika” (karena dosamu), ini pernyataan jumhur salafush shalih. Sedangkan Qatadah Ra memaknainya dengan: “hukuman atas kamu wahai bani Adam karena dosamu sendiri” (Tafsir Ibn Katsir 1: 528).
Allah menyebutkan musibah atau bencana dengan kata “mushiibah”, bukan “al mushibah”…. Ini menunjukkan kata “infinitive atau isim nakirah”, begitu pula ketika menyebutkan keburukan atau dosa atau kemaksiatan, dengan lafazh “sayyi`ah”, bukan dengan “as sayyi`ah”….. dgn isim nakirah. Ini maknanya menunjukkan “makna umum, tanpa ada nya pengecualian”, yaitu semua bentuk musibah dan semua bentuk sayyi`ah, baik yang kecil atau besar, baik zhahir maupun sembunyi, baik yang sumbernya dari diri pribadi (dari dalam, daakhili) maupun yang sumbernya dari luar (kharijii)
 
قال صلى الله عليه وسلم: (ما اختلج عرق ولا عين إلاّ بذنب,وما يدفع الله عليه أكثر ..رواه الطبراني وصححه الألباني في صحيح الجامع 5521)
(المصائب والأمراض والأحزان في الدنيا جزاء ..حلية الأولياء 8: 119 , وصححه شيخنا في صحيح الجامع 6717)
(خمس بخمس , ما نقض قوم العهد إلا سُلِّط عليهم عدوّهم , وما حكموا بغير ما أنزل الله إلا فشا فيهم الفقر , ولا ظهرت فيهم الفاحشة إلا فشا فيهم الموت , ولا طفّفوا المكيال إلا منعوا النبات , وأخذوا بالسنين , ولا منعوا الزكاة إلا حُبِسَ عنهم القطر ... الطبراني في الكبير 11: 10992, وصححه شيخنا في صحيح الجامع 3240)
وقال الله تعالى  في أحد من هزيمة عُلِّقَ بما كسبت أيدى المؤمنين:{ولقد صدقكم الله وعده إذ تحسّوهم بإذنه..حتى إذا فشلتم وتنازعتم في الأمر وعصيتم..آل عمران 152}
وما حدث في حنين من التولّى :
{ويوم حنين إذ أعجبتكم كثرتكم فلم تغن عنكم شيئا وضاقت عليكم الأرض بما رحبت ثم ولّيتم مدبرين ... التوبة : 25} .{فأعرضوا فأرسلنا عليهم سيل العرم .. سبأ : 16}. {وظلموا أنفسهم فجعلناهم أحاديث ومزّقناهم كلّ ممزّق إنّ في ذلك لآيات لكلّ صبار شكور .. سبأ: 19}
لم يُرج (الله) ذلك إلى الأسباب المادية , رغم وجودها , بل جعل سبب ذلك : إعرضهم عن دينهم , وظلمهم أنفسهم , وأناط الفعل بنفسه .
وكذلك لما هُزِمَ المسلمون في أحد , وفي أول معركة حنين , لم يرجع الله ذلك إلى أسباب عسكرية , رغم وجودها , ولكنه – سبحانه – أرجع ذلك إلى ما كسبت أيديهم.
وبناء على هذا المفهوم المهم , كان أفراد الطائفة المنصورة الأولى , يُرجعون كلّ مصائبهم وهمومهم وأمراضهم الفردية والجماعية إلى ما كسبت أيديهم.
قال ابن كثير رحمه الله عند قوله تعالى {فليحذر الذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب أليم ... النور : 63} أي : عن امر رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو : سبيله , ومنهاجه , وطريقه , وسنته وشريعته ...  أي : في الدنيا بتقليل , أو حدّ , أو حبس , أو نحو ذلك .... (تفسير ابن كثير 3: 319)
أن المنهاج قسم من أقسام الدين , وهو محوره الذي يجب السير عليه , قال تعالى {لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا} المائدة: 48. وقال صلى الله عليه وسلم في حديث حذيفة : ثم تكون خلافة على منهاج النبوة. (أحمد 4: 273, وصححه شيخنا في الصحيحة: 5.
والمنهاج هو : الطريق والسبيل الذي تسير عليه الجماعة المسلمة لتحقيق أمر العقيدة في القلب ,
وإقامة شرع الله في الأرض.
اعتقاد ما اعتقده الصحابة ... وسلوك الطريق الذي سلكوا في الفهم والعلم , والتربية والعبادة , والخلق والأدب , والدعوة والحكم , وطريق الوصول إلى الحكم
والكف عن كل مسألة لم يبحثوها , والإعراض عن كل طريق لأعرضوا عنه , ولم يعرفوه
Allah SWT telah menakdirkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang umat Islamnya paling banyak di muka bumi. Tidak ada negara manapun yang penduduk Muslimnya lebih banyak dari negara kita. Dengan anugerah Ilahi berupa sumber daya alam yang berlimpah, sampai pertengahan dasawarsa 1990-an Indonesia dipandang oleh dunia internasional sebagai salah satu dari The Asian Tigers (Macan-Macan Asia) di bidang ekonomi.

Tiba-tiba nikmat Allah itu tercerabut dari negeri ini. Krisis demi krisis menimpa negara dan bangsa Indonesia. Berbagai bencana alam datang silih berganti. Kejahatan merajalela, sifat ramah bangsa kita menghilang, hubungan antar agama dan antar suku kadang-kadang menjadi renggang.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi di negeri kita ini? Mengapa nikmat Allah berubah menjadi bencana? Mengapa negeri yang kaya raya dan terpandang kini menjadi negeri termiskin dan penghutang terbesar di dunia? Mengapa masyarakat yang terkenal santun dan rukun berubah menjadi liar dan saling bermusuhan? Mengapa orang-orang yang tidak berdosa atau bersalah harus pula menanggung musibah ini? Bukankah mayoritas penduduk negeri ini mengaku beriman kepada Allah, dan bukankah di negeri ini terdapat banyak ulama ahli waris para nabi dan pemberi peringatan?

Kita mungkin akan tersadar jika membaca firman Allah dalam Surat al-Anfal ayat 25:
5. dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.
Juga Surat al-Anfal ayat 53–54:
53. (siksaan) yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri[621], dan Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
54. (keadaan mereka) serupa dengan Keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya Maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim.
[621] Allah tidak mencabut nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada sesuatu kaum, selama kaum itu tetap taat dan bersyukur kepada Allah.
Mungkin bangsa kita telah zalim sebagaimana Fir`aun dan para menterinya: Qarun, Haman, Bal`am serta para pengikutnya.
Boleh jadi para penguasa, para wakil rakyat di parlemen dan para pengusaha telah menjadi rakus seperti Qarun yang mengumpulkan kekayaan dan harta tanpa peduli halal atau haram.

Jangan-jangan para sarjana, ilmuwan dan kaum intelektual dalam masyarakat kita telah menjadi Haman yang mendedikasikan kecendekiaannya untuk kepentingan penguasa dan mengelabui rakyat. Dan tidaklah terbayangkan jika para ulama dan ahli agama dalam masyarakat kita telah menjadi seperti Bal`am yang menjual ayat-ayat Allah demi kepuasan nafsu dan mengemas kecintaan pada dunia dengan bungkus agama.

Saudaraku, jika anda mukmin dan intelek, maka dengarkanlah perkataan syaikh Mohammad Shalih ibnu Utsaimin rahimahullah, dalam kitabnya “Kitabul `ilmi” Berikut ini:
“Ilmu adalah amal shalih yang paling utama dan ibadah yang paling mulia serta paling utama diantara ibadah-ibadah sunnah, karena ilmu termasuk jenis jihad di jalan Allah, sebab sesungguhnya agama Allah hanya akan tegak melalui dua perkara:

Pertama: Melalui ilmu dan penjelasan,
Kedua: melalui perang dan senajata.

Kedua perkara tersebut merupakan keharusan. Sebab agama ini tak mungkin tegak dan menang tanpa keduanya. Namun yang pertama lebih dipentingkasn daripada yang kedua…. Sebab Nabi Saw tidak memulai perang kecuali didahului oleh dakwah (dan ilmu). Jadi, ilmu lebih didahulukan daripada perang

Menurut beliau, bahwa pada dasarnya ilmu yang layak mendapat pujian dari Allah di dalam kitab Nya dan oleh Rasulullah dalam sunnahnya adalah ilmu-ilmu syariat, ilmu nafi`dank hair.
Adapun untuk ilmu-ilmu lain (non syariah) apabila dapat membantu pemiliknya dalam menaati Allah SWT, dapat menolong Dien (agama) Nya, dan member manfaat bagihamba-hamba Nya, maka ilmu umum itu menjadi Nafi` (bermanfat) dan khoir (baik)..namun jika tidak demikian, ilmu umum itu menjasdi buruk dan tidak member manfaat. (Syaikh Ibn Utsaimin dalam Kitabul `ilmi).

Atau barangkali kita telah terbiasa bersikap feodal seperti umat Nabi Nuh a.s. yang senang disanjung dan suka menghina sesama hanya karena perbedaan status sosial. Padahal Nabi Nuh a.s. telah berseru: Mengapa kamu tidak bertaqwa? Lalu Allah menghanyutkan mereka dengan air bah tanpa sisa (Asy-Syu`ara’ 105-122).

Atau barangkali kita telah bersikap sombong seperti kaum `Ad yang tidak mau mendengar nasehat karena merasa menguasai ilmu dan teknologi.
Padahal Nabi Hud a.s. telah berseru: Mengapa kamu tidak bertaqwa? Lalu Allah membinasakan mereka semua (Asy-Syu`ara’ 123-140).
Atau barangkali kita telah menjadi serakah seperti kaum Tsamud yang mencari kekayaan dengan cara yang bathil. Padahal Nabi Shaleh a.s. telah berseru: Mengapa kamu tidak bertaqwa? Lalu Allah menurunkan azab bagi mereka (Asy-Syu`ara’ 141-159).
Atau barangkali kita telah melampaui batas seperti penduduk Sodom yang merusak tatatan rumah tangga dan nilai-nilai kehidupan keluarga. Padahal Nabi Luth a.s. telah berseru: Mengapa kamu tidak bertaqwa? Lalu Allah melenyapkan mereka (Asy-Syu`ara’ 160-175)
Atau barangkali kita suka berlaku curang seperti penduduk Aikah yang merugikan hak-hak orang lain. Padahal Nabi Syu`aib a.s. telah berseru: Mengapa kamu tidak bertaqwa? Lalu Allah mendatangkan siksaan bagi mereka (Asy-Syu`ara’ 176-191).
Begitulah akibat masyarakat yang mendustakan seruan ‘taqwa’.
Maka jelaslah bahwa "MUSIBAH, BALA', dan UJIAN" di dunia ini sebagai akibat dari "Perbuatan Maksiat Manusia", yang berpaling dari seruan Allah dan Rasul-Nya.
فليحذر الذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب شديد.
Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. QS 24 : 63
152. dan Sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa'at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu[237] dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai[238]. di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka[239] untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah mema'afkan kamu. dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman. QS 3 : 152

[237] Yakni: urusan pelaksanaan perintah Nabi Muhammad s.a.w. karena beliau telah memerintahkan agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditunjukkan oleh beliau dalam Keadaan bagaimanapun.
[238] Yakni: kemenangan dan harta rampasan.
[239] Maksudnya: kaum muslimin tidak berhasil mengalahkan mereka.

165. dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), Padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. QS 3 : 165

"Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai Para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, Yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), Maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang Luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai. QS 9 : 25

16. tetapi mereka berpaling, Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr[1237].

17. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.

18. dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman[1238].

19. Maka mereka berkata: "Ya Tuhan Kami jauhkanlah jarak perjalanan kami[1239]", dan mereka Menganiaya diri mereka sendiri; Maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi Setiap orang yang sabar lagi bersyukur. QS SABA' : 16-19

[1236] Maksudnya: banjir besar yang disebabkan runtuhnya bendungan Ma'rib.
[1237] Pohon Atsl ialah sejenis pohon cemara pohon Sidr ialah sejenis pohon bidara.
[1238] Yang dimaksud dengan negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya ialah negeri yang berada di Syam, karena kesuburannya; dan negeri- negeri yang berdekatan ialah negeri-negeri antara Yaman dan Syam, sehingga orang-orang dapat berjalan dengan aman siang dan malam tanpa terpaksa berhenti di padang pasir dan tanpa mendapat kesulitan.
[1239] Yang dimaksud dengan permintaan ini ialah supaya kota-kota yang berdekatan itu dihapuskan, agar perjalanan menjadi panjang dan mereka dapat melakukan monopoli dalam perdagangan itu, sehingga Keuntungan lebih besar.
المصائب والأمراض والأحزان في الدنيا جزاء (صحيح الجامع صححه الألباني ، 6717)
MAKA MENJADI JELASLAH, BAHWA BUAH MAKSIAT DAN DOSA ADALAH BENCANA, DIDUNIA MAUPUN DI AKHIRAT. DALAM MAYAT DI ATAS DISEBUTKAN BAHWA BENCANA MENIMPA NABI SAW DAN PARA SHAHABATNYA KETIKA PERANG UHUD, HUNAIN, JUGA YANG MENIMPA NEGERI SABA' ADALAH KARENA KEMAKSIATAN, DAN BUKAN KARENA SALAH KELOLA (MANAJEMEN ATAU STRATEGI), WALAU ITU ADA NAMUN KECIL PENGARUHNYA.
 Barangkali kita telah melakukan hal-hal serupa dengan mereka sehingga musibah menimpa bangsa kita. Marilah kita ubah musibah ini menjadi nikmat kembali, dengan mengubah perilaku pribadi dan perilaku masyarakat kita. Sebagai individu, marilah kita buang arogansi Fir`aun, kerakusan Qarun, kelicikan Haman dan kemunafikan Bal`am. Sebagai bangsa, marilah kita tinggalkan sikap feodal kaum Nuh, kesombongan kaum `Ad, keserakahan kaum Tsamud, tabiat menyimpang penduduk Sodom, dan kecurangan penduduk Aikah. Insya Allah, bangsa Indonesia akan kembali ke tempat terhormat jika kita menerapkan nilai-nilai ketaqwaan dalam perbuatan nyata, bukan dalam slogan dan ucapan semata.
PERHATIKAN LAH UCAPAN IBNUL QAYYIM RAHIMAHULLAH :
فكل نقص وبلاء ، وشر في الدنيا والآخرة ، فسببه الذنوب ، ومخالفة أوامر الرب ، فليس في العالم شرّ قطّ إلا والذنوب وموجبتها
Maka seluruh kekurangan dan bala', kejelekan (keburukan) di dunia dan di akhirat, sebab utamanya adalah dosa manusia, dan menyelisihi perintah-perintah Rabbnya… Maka tak ada satu kejelekan dan kejahatan di dunia kecuali DOSA lah sebagai penyebabnya" (Madarijus Salikin, 1: 424).

Hadirin dan hadirat yang berbahagia,

Akhirnya, marilah kita memanjatkan doa kepada Allah `Azza wa Jalla. Semoga Dia berkenan mengabulkan segala permohonan kita.

Allahumma Ya Rabbana, telah banyak Engkau berkahi kami dengan rahmat karunia-Mu, namun kami sering ma`shiyat kepada-Mu. Telah banyak Engkau penuhi kenikmatan hidup kami dengan kemurahan-Mu, namun kami sering ingkar dan tidak bersyukur kepada-Mu. Telah banyak Engkau tutupi aib dan kekurangan kami dengan kemuliaan-Mu, namun kami sering menganiaya diri kami sendiri. Betapa banyak sudah dosa yang kami lakukan, betapa beratnya siksa yang akan kami tanggung, sehingga kami malu berdoa kepada-Mu. Namun, kemana lagi kami harus mengadu dan memohon ampun Ya Allah, kecuali hanya kepada-Mu.

Kami tidak putus harapan mengadu pada-Mu. Kami tidak letih meminta dan mengharap pada-Mu. Betapapun besarnya kesalahan dan dosa kami, maaf dan ampunan-Mu meliputi segala sesuatu. Karena itu Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, hapuskanlah segala kesalahan kami, bersihkan hati dan jiwa kami, indahkan akhlaq dan kelakuan kami, sambungkan kembali persaudaraan di antara kami, angkatlah bangsa kami Ya Allah dari jurang kehinaan, berilah kami pemimpin yang mampu membimbing kami ke arah kebaikan, dan tunjukkan bagi kami jalan keselamatan dunia dan akhirat agar kami tidak tersesat. Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Kabulkanlah doa permohonan kami.
اللهم إنا نسألك العفو والعافية ، والمعافات الدائمة في الدين والدنيا والآخرة ، والفوز بالجنة والنجاة من النار
اللهم إنا نسألك مجيباتِ رحمتك ، وعزائم مغفرتك ، والسلامة من كل إثم ، والغنيمة من كل برّ ، والفوز بالجنة والنجاة من النار
اللهم إنا نسألك إيمانا كاملا ، ويقينا صادقا ، وعلما نافعا ، ورزقا واسعا ، وقلبا خاشعا  ،ولسانا ذاكرا  ، وحلالا طيبا ، وتوبة نصوحا  ،و توبة قبل االموت ، ورحمة عند االموت ، ومغفرة ورحمة بعد الموت، والعفو عند الحساب ، والفوز بالجنة ، والنجاة من النار
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار، وادخلنا جنة مع الأبرار ، يا عزيز يا غفار يا رب العالمين
أسأل الله العظيم رب العرش الكريم بأسمائه الحسنى وصفاته العُلى أن يجعل هذا العمل وغيره خالصاً لوجهه الكريم، وأن ينفعني به في حياتي وبعد مماتي. كما أسأله أن يجعل لهذا الجهد قبولاً عند عباده، إنه سميع مجيب. وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته



[Baca...]





PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TP 2015-2016
SDIT-SMPIT IMAM BUKHARI JATINANGOR
Fullday School dan Boarding School
----------------------------------
Khusus Untuk Boarding School, Hubungi : Ust Abdul Hakim, M.Pd.I  ;  0812 5633 5633

SEKILAS TENTANG SDIT-SMPIT IMAM BUKHARI
---------------------------------------------------------------------------------------
LOKASI :
SDIT DAN SMPIT FULLDAY & BOARDING SCHOOL IMAM BUKHARI,
TERLETAK DI KAWASAN PENDIDIKAN BANDUNG JAWA BARAT,
TEPATNYA DI KECAMATAN JATINANGOR
JALAN RAYA BANDUNG-SUMEDANG, KM 20,5 – 5 KM DARI PINTU KELUAR TOL CILEUNYI, 157 KM DARI CAWANG JAKARTA – TOL CIKAMPEK-TOL CIPULARANG-TOL PADALEUNYI…
700 METER DARI KAMPUS-KAMPUS BESAR : ITB – UNPAD – IPDN – IKOPIN
DIDUKUNG OLEH KAWASAN PERBELANJAAN (JATOS – GRIYA JOGYA TOSERBA – INDOMART – ALFA MART – SB MART – PASAR SEHAT ) DAN APARTEMEN (SUDAH BERDIRI 4 APARTEMEN MAHASISWA, @ 20 LANTAI),
DAN PULUHAN ANEKA KULINER ALA MAHASISWA

JUMLAH SISWA DAN GURU :
SISWA SDIT-SMPIT BERJUMLAH 900, TERDIRI DARI 24 KELAS SDIT DAN 9 KELAS SMPIT,
DISEDIAKAN KENDARAAN ANTAR JEMPUT UNTUK RADIUS 10 KM DARI KAMPUS.
SEJAK KELAS I SDIT KELAS-KELAS SUDAH DIPISAHKAN
ANTARA KELAS PUTRA DAN KELAS PUTRI  
JUMLAH GURU DAN KARYAWAN 105 ORANG
GURU DARI ALUMNI : LIPIA – PESANTREN – ITB – UPI – IPB - UNPAS – UIN – MAHAD TAHFIZH – UI – UNWIM – STAPET & MABI – DAN PT LAIN (NEGER DAN SWASTA)

BIAYA PENDIDIKAN CALON SISWA
SMPIT IMAM BUKHARI TAHUN
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Full Day School
No.
Jenis Biaya
Nilai
Keterangan/ Rincian Biaya
1
Pemetaan
Rp         250,000
Pendaftaran & Pemetaan
2
Bulanan
Rp         300,000
Infaq SMP
3
Program/smt
Rp         450,000
Ekskul,kesehatan,bahan belajar,rihlah,pengayaan, dll
4
Seragam
Rp         450,000
Seragam Putra (stelan lokal, batik, dan olah raga)
Rp         555,000
Seragam Putri (sda + kerudung)
5
Wakaf dan Pengembangan
Rp      7,000,000
Gelombang 1
Rp      8,000,000
Gelombang 2
Rp      9,000,000
Gelombang 3
6


Gel.1
Gel.2
Gel.3
Total Putra

Rp    8,450,000
Rp     9,450,000
Rp          10,450,000
Total Putri

Rp    8,555,000
Rp     9,555,000
Rp          10,555,000
* Tersedia Katering Rp.185.000/ bulan.


* Antar Jemput rata-rata Rp.200.000 / bulan tergantung lokasi

* Bagi alumni berprestasi 5 besar di kelas mendapat potongan wakaf sebesar 50%






Ma'had (Boarding School)
No.
Jenis Biaya
Nilai
Keterangan/ Rincian Biaya
1
Pemetaan
Rp         250,000
Pendaftaran & Pemetaan
2
Bulanan
Rp         300,000
Infaq SMP
Rp           75,000
Asrama
Rp           75,000
Infaq Ma'had
Rp         550,000
Makan
3
Program/smt
Rp         600,000
Ekskul,kesehatan,bahan belajar,rihlah,pengayaan, dll
4
Seragam
Rp         450,000
Seragam Putra (stelan lokal, batik, dan olah raga)
Rp         555,000
Seragam Putri (sda + kerudung)
5
Wakaf dan Pengembangan
Rp      9,000,000
Gelombang 1
Rp    10,000,000
Gelombang 2
Rp    11,000,000
Gelombang 3
6
Total

Gel.1
Gel.2
Gel.3
Putra
Rp  11,300,000
Rp   12,300,000
Rp          13,300,000
Putri
Rp  11,405,000
Rp   12,405,000
Rp          13,405,000






Pembayaran




1. Pembayaran 50% dari total biaya, saat daftar ulang

2. Pembayaran 50% sebelum tahun ajaran baru/masuk sekolah







A. Syarat Pendaftaran


1. Biaya Test Masuk ( Seleksi) Rp.250.00,-




2. Mengisi Formulir pendaftaran PPDB 2015/2016


3. Menyerahkan fotocopy Akte Kelahiran, 2 lembar




4. Menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga, 2 lembar




5. Menyerahkan pas photo berwarna ukuran 3X4, 2 buah



6. Menyerahkan fotocopy raport dari kls 4 s/d kls 6 semester ganjil



7. Menyerahkan NISN





8. Menyerahkan fotocopy SKHUN/Ijazah, menyusul












B. Bidang Tes :






1. Bahasa Indonesia





2. Matematika






3. PAI






4. Membaca Al Qur'an





5. Gerakan dan Bacaan Shalat





6. Wawancara









C. Waktu Pendaftaran :





Gelombang I

: 12 Januari - 28 Februari



Pemetaan

: Sabtu, 7 Maret 2015



Pukul

: 08.00 - 12.00 WIB



Pengumuman hasil pemetaan
: Sabtu, 21 Maret 2015



Gelombang II (jika quota masih ada)
: 2 Maret - 25 April 2015



Pemetaan

: Sabtu, 2 Mei 2015



Pukul

: 08.00 - 12.00 WIB



Pengumuman hasil pemetaan
: Sabtu, 16 Mei 2015



Gelombang Khusus akan dibuka jika quota masih belum terpenuhi.









Nomor tlp yang bisa dihubungi :





kantor TU Yayasan
: 022-7798738




Bu Evi S.N

: 081223964284































-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


ALASAN MEMILIHI SEKOLAH DI SDIT-SMPIT  IMAM BUKHARI:

Alhamdulillah kita semua mengetahui bahwa pada dekade 20 tahun terakhir ini telah banyak bermunculan sekolah-sekolah Islam bergengsi – unggul , baik yang fullday maupun yang boarding, dan menjadi pilihan bagi orang tua yang menginginkan putra putrinya menjadi anak shalih dan shalihah, cerdas dan berakhlak mulia, berpikir kritis, serta menatap masa depan dengan penuh kepastian, percaya diri, dan menjanjikan.
Seunggul  dan sehebat apapun kehadiran sekolah dan pondok pesantren Islam, posisinya hanyalah sebagai  lembaga pendidikan Islam yang  “MEMBANTU dan MERINGANKAN”  kewajiban orang tua.

Sebab mendidik anak merupakan kewajiban setiap orang tua :
6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. QS At Tahrim : 6.

Para ahli Tafsir memaknai ayat di atas sebagai “panggilan kewajiban setiap ayah/suami yang mukmin terhadap isteri dan anak-anaknya” untuk menyelamatkan dirinya dan mereka yang menjadi tanggung jawabnya dari dahsyatnya adzab Allah di “Neraka”.

Dan hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang tua melalui “pendidikan Islam”. Mengapa Pendidikan Islam ? Sebab ada perbedaan yang fundamental antara system pendidikan Islam dan pendidikan non Islam (berlandaskan pemikiran falsafi), yaitu pada “ASAS dan TUJUANNYA”, dan bukan pada bentuk kegiatan-nya.

Manhaj Tarbiyah Islamiyah (Sistem Pendidikan Islam) berlandaskan pada tiga hal : (1) Kitabullah, Al Qur’anul Karim, (2). Sunnah Rasulullah Saw, dan (3) Sirah Salafush shalih (Sejarah Hidup generasi awal yang shalih dari ummat ini : dari kalanganidlwanullah ajma`in, para tabi`in dan tabi`ut tabi’in. serta para Imam Ahlus sunnah wal Jama`ah – para pendekar pembela sunnah Nabi Saw.

Kita hidup dikelilingi oleh 3 (tiga) lingkungan yang saling mempengaruhi, yaitu : (a) Lingkungan Kleuarga, (2)
Lingkungan Masyarakat, dan (3). Lingkungan Sekolah.

Apabila kita sepakat bahwa dalam  kehidupan masyarakat ini terdapat persoalan besar yang dapat mengancam kehidupan masa depan anak-anak kita, seperti pergeseran nilai-nilai dari Islami ke bukan Islami, hedonism, pergaulan bebas, materealistis pragmatis …..  Ini artinya kita sebagai keluarga Muslim untuk melawan lingkungan masyarakat yang telah rusak ini, membutuhkan peran optimal dari sekolah-sekolah Islam dan pondok-pondok pesantrean. Dengan sejalannya misi dan misi rumah tangga dan sekolah, maka kita dapat berjuang bersama-sama melawan “lingkungan masyarakat yang rusak” tersebut.  Jadilah  2 (dua) lawan 1 (satu).

Jika tidak, hanya sekolah saja yang bapak/ibu harapkan, namun di rumah tangga bapak/ibu tidak bergerak sejalan dengan misi dan visi sekolah Islam, maka tak banyak manfaat keberadaan putra-putri bapak/ibu di sekolah-sekolah Islam seunggul apapun. Terlalu berat putra-putri kita harus berjuang melawan “masyarakat yang rusak” dengan “lingkungan keluarga yang tidak kondusif”.

Perkembangan anak, dipengaruhi oleh tiga factor : (1) factor hereditas, (2) factor lingkungan, dan (3) factor waktu / perkembangan usia berikut problematikanya. Masing-masing harus sinergi, tidak boleh ada yang dominan, sementara yang lain dilemahkan.

Mengapa Ada Istilah Orangtua Durhaka Kepada Anak ?
Simaklah perkataan syaikhul Islam Ibnul Qayyim al Jauzaiyah rahimahullah, “Barang siapa (setiap orangtua) yang mengabaikan pendidikan/pengajaran kepada anak-anaknya yang dapat memberikan kepadanya manfaat (dunia dan akhiratnta) dan membiarkan begitu saja, maka dia (orangtua) telah melakukan perbuatan yang sangat buruk (ghayatul isa’ah). Kebanyakan anak-anak menjadi rusak (kepribadiannya) adalah dating dari sisi bapak-bapak mereka dan acuh takm acuhnya orangtua kepada mereka, membiarkan mereka tidak memperoleh pengajaran tentang agama mereka, kewajiban-kewajiban dan sunnah-sunnahnya, sehingga hilangnya masa potensial mereka semasa kecil mereka, mereka tak memperoleh manfaat dari kehidupan ini dan tidak pula orangtuanya memperoleh maanfaat masa dewasanya dan pada usia lanjutnya. Sehingga wajarlah ketika ada seorang anak berkata, “Wahai ayahku, anda telah mendrhakaiku semasa kecilku, maka aku pun kini mendurhakaimu semasa usia tuamu, dan engkau telah menyia-nyiakan usia diniku, maka kini akupun menyia-nyiakan engkau pada masa tuamu” (Simak Kitab Manhajut Tarbiyah an Nabawiyah Lith Thifli, Syaikh Muhammad Nur bin Abdul Hafizh Suwaid, Kuwait, cetakan ke-3, tahun 1990 M/1410 H. halaman, 27).

Mengapa Harus Dengan Sistem Pendidikan Islam ?
Terdapat tanggung jawab sangat besar dan berat bagi setiap orangtua, yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak pada hari kiamat. Kelak pada hari kiamat, Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban kepada orangtua (Ayah khususnya) tentang amanat anak-anaknya yang Allah anugerahkan kepadanya, sebelum anak meminta pertanggungjawaban kepada ayahnya dalam hal yang sama.
Imam al Ghazali rahumahullah berkata, “Makna pendidikan itu mirip dengan pekerjaan seorang petani, yang selalu dengan teliti membersihkan/membuang duri-duri dan membersihkan tanaman-tanaman asing yang tumbuh di sekitarnya, agar benih tanaman yang ia tanam itu dapat tumbuh baik, sempurna dan membuahkan hasil yang maksimal”, (ibidem, hal, 27).

Dan pada diri setiap anak yang Allah aungerahkan kepada setiap orangtua, sebagai amanat – ujian dan sekaligus sebagai hiasan dalam kehidupan dunia, terdapat sejumlah potensi yang
“WAJIB DITUMBUH KEMBANGKAN OLEH ORANGTUANYA”,
baik sendiri maupun bekerja sama dengan pihak luar (person maupun lembaga pendidikan).

Diantara kewajiban orangtua terhadap setiap anak yang dialhirkannya adalah : Bagaimana kita melakukan sejumlah amalan-amalan sunnah dari sejak anak lahir hingga dua tahun sempurna. Kemudian berlanjut kepada kewajiban berikutnya : dari usia dua tahun hingga usia dewasa.

Paling Tidak Terdapat 9 (Sembilan) Faktor Yang terdapat pada diri Anak, yang bersifat potensial, dan wajib ditumbuhkembangkan setahap demi setahap hingga mencapai sempurna.
Ke-9 Faktor yang harus dibangun dan ditumbuhkembangkan itu adalah:

1.    Pembinaan aqidah Tauhidnya
2.    Pembinaan Ibadahnya
3.    Pembinaan social kemasyarakatannya
4.    Pembinaan akhlaknya
5.    Pembinaan emosional dan intuisinya
6.    Pembinaan ilmu dan pemikirannya
7.    Pembinaan jasmaninya
8.    Pembinaan kesehatannya
9.    Pembinaan dalam pengendalian gejolak seksualnya.

Yang pasti, bahwa siapapun orangnya (selain Nabi Saw), tak akan memiliki kemampuan cukup untuk dapat melakukan tugas berat di atas terhadap pendidikan anak-anaknya.
Maka menjadi penting bagai kita akan hadirnya “sekolah-sekolah Islam dan Pondok Pesantren” yang mengembangkan kurikulum integrated yang dapat menjawab tantangan di atas.

TENTU SALAH BESAR,  bagi orang tua yang ingin mengembangkan potensi anak-anaknya, namun disekolahkan di lembaga-lembaga pendidikan yang tidak meimiliki kurikulum yang dapat menjawab ke-9 faktor tersebut.
Itulah mengapa harus ke sekolah-sekolah Islam yang dapat membentuk keperibadian anak-anak bapak/ibu, yang dapat menjamin selamatnya AQIDAH – MANHAJ (Cara mereka beragama) – AMALNYA.

SDIT dan SMPIT IMAM BUKHARI dipesrispakan menjadi Solusi bagi putra-putri bapak/ibu.
Mau yang Fullday atau yang Boarding ? Bisa bapak/ibu timbang-timbang sisi kelebihan dan poistipnya masing-masing.

Kurikulum SDIT dan SMPIT Imam Bukhari adalah Integrated, gabungan antara kurikulum umum dari Diknas, Kurikulum Pesantren untuk PAI-nya (Aqidah-Ibadah-Adab akhlak-Siroh Nabawiyah-Al Qur’an Hadits) plus Hafalan 100 Hadits dan Hafalan al Qur’an.

Dengan kurikulum integrated ini, terbukti bahwa alumni kami dari tahun-tahun ke tahun mengisi nama-nama anak berprestasi dimana-mana (di RSBI, di kelas-kelas unggul dan akselerasi), baik di tingkat SMP maupun SMA maupun Pondok Pesantren Modern ternama.

Alumni kami tersebar di Pondok-Pondok Pesantren Modern sepetti :
Al Irsyad di Tengaran Semarang, Bin Baaz , Taruna Al Qur`an di Jogya dan `Isy Karima dan Imam Bukhari di Solo, Tashfiya ,  Al Bina’ dan Hidayatun Najah di Bekasi,  Riyadlush shalihin di Pandeglang, Al Ihya’ di Tasik, An Najiyah di Bandung, SMA Future Gade Bekasi Boarding School, juga di Asyifa' Subang, Husnul Khatimah dan Multazam di Kuningan, di Persis Ranca Bango Bogor, Darul; Arqam Garut, dan Gontor Ponorogo……  dan dan …

Dan tentu tak terhitung, alumni kami, yang ikut meramaikan bursa anak-anak unggul di sekolah lanjutan favorite (Negeri dan Swasta, Non Pesantren) yang menjadi pilihan mereka di berbagai wilayah …. Di sanalah mereka
Mampu membuktikan keunggulan sekolah asal mereka (SDIt-SMPIT Imam Bukhari Jatinangor).

Alhamdulillah - Qadarullah-Biidznillah - Alumni kami ada yang kuliyah di ITB, UGM, UPI, UNPAD, IPB, UI, Universitas Madinah di Saudi, LIPIA Jakarta, Ma`had-Ma`had Ali, Universitas Internasional Madinah (MEDIU) online learning, Universitas Muhammadiyah Malang dan Yogyakarta ……
Angkatan kedua SMPIT (Ibn Abbas / Imam Bukhari Jatinangor), yang sampai TP 2015-2016 sedang menuntut ilmu di Timur Tengah : Ghozi Zulhazmi (S-2 Universitas King Fahad Saudi), Fadlil Huwaidi, Fathan Qariiba (S-1 di Universitas Madinah SA), Musa at Tamimi (baru diterima S-2 Tarbiyah di Universitas Madinah, S-1 Hadots di univeristas yang sama) …. Di ITB-UNPAD-UPI-UIN-UI-ITENAS-UNIBRAW dan PT lain (Negeri/swasta) hamper dipastikan tiap tahun pelajaran ada yang diterima di PT-PT tersebut pada jujuran yang bergengsi… Alhamdulillah. Dan mereka, selalu bersilaturrahmi, silih berganti dating ke Kampus lama (Imam Bukhari Jatinangor)… itulah sebuah karunia (immateri) bagi Asatidz saat-saat alumni berkunjung bersilaturrahim berjumpa mereka. Itulah hasil dari kelebihan madrasah kami, hubungan penuh makna antara semua murid dengan asatidzah nya…

Apabila kita sadar akan beratnya tanggung jawab orangtua terhadap pendidikan anak-anaknya, maka menjadi ringan-lah “Beban Biaya” yang harus dipikul oleh oranagtua “sebesar berapun”, baik harus dipikul sendiri atau bantuan dari pihak lain (person atau lembaga).

Yang harus dipahami disini adalah mewujudkan “Kerjasama dan Ta`awun” antara orangtua dan pihak pendidikan, yang saling menguatkan dan dalam rangka menjaga factor psikologis dari anak tersebut……

Yang perlu bapak/ibi sadari, bahwa rezeki yang Allah berikan kepada orangtua, itu adalah rezeki untuk anak-anak juga, yang Allah salurkan lewat bapak-bapaknya. Dan pemilik hakiki dari setiap harta yang ada di tangan kita adalah “Allah SWT”. Adapun posisi kita adalah sdebagai pihak yang dikuasakan oleh Allah untuk mengelola harta Allah yang ada di tangan kita.

Kita tidak boleh menggunakan harta milik Allah ini semaunya kita, namun Allah telah menentukan garis-garis kebijakan dalam penggunaannya.
Sehingga Nabi saw mengatakan, bahwa Dinar yang anda shadaqahkan untuk kaum miskin, yang anda infaqkan untuk jihad fi sabilillah, dan yang untuk membebaskan budak, serta Dinar yang anda belanjakan untuk keluarga (termasuk pendidikan anak-anaknya), maka yang paling besar (manfaat dan pahalanya) adalah belanja untuk kelarga” HR Muslim dari Abu Hurairah RA.

Dan setiap harta yang engka nafakahkan (di jalan Allah), maka pastilah Allah yang akan mengganti-nya, perhatikan QS Saba’ : 39 :
39. Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.

Uang SPP atau Infaq bulanan dan Wakaf Bangunan yang harus dibayarkan oleh orangtua untuk pendidikan anak-anaknya merupakan kewajiban syar`iyah, terkait dengan masalah Hak dan kewajiban dalam transaksi mu`amalah. Dan pastilah Allah mengganti-nya dalam bentuk tambahan rezeki, lagi dan pahala yang lebih besar lagi di kahirat.
Perlu Bapak / Ibu ketahui bahwa Nilai membayar Infaq dan SPP adalah ibadah, yang dipahalai oleh Allah, disamping merupakan pemenuhan kewajiban terhadap hak-hak anak yang sudah diterima, selama dalam proses pendidikan di sekolah.

Wahai orang-orang beriman, simaklah perkataan Imam Syafi`i rahimahullah dalam soal ilmu.
Anda tak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan memiliki 6 (enam) Modal: Yaitu:
(1) Kecerdasan (berbagai ragam gradenya), sebab orang dungu dan yang tak punya akal , tidak ada kewajiban baginya menuntut/menerima ilmu. (2). Gigih, rakus dan gesit mencari ilmu dengan bekal kecerderdasannya.
(3). Bersungguh-sungguh ulet dan bertanggung jawab
(4), Berbekal harta (hak dan kewajiban), sebut saja SPP dan sejenisnya., (5). Dekat dengan Gurunya, menjadikan guru sebagai shahabatnya, dan (6) Bersabar menuntutnya untuk waktu yang lama, penuh tanjakan dan ujian.

Dari perkataan Imam Syafi`ii di atas, disana ada fator “Harta”, sebagai imbalan atas ketidak mampuan kita untuk mendidik anak sendiri, lalu kita titipkan kepada lembaga yang membantu sebagian dari kewajiban orangtua dalam mendidikan anak.

Bagaimana bagi yang tidak mampu ? sebelumnya (no. 1) ada factor kecerdasan, lalu ada ulet, gigih dan sungguh-sungguh serta sabar. Maka kalau pun sekolah memberikan beasiswa pastilah, bagi mereka yang memenuhi syarat di atas, bukan bagi pemalas, tak berbekal kecerdasan atau tak sungguh-sungguh dalam belajar, terlebih lagi bagi orangtua yang tak peduli terhadap sekolah anak- nya, tak mau tahu perkembangan anak-anaknya.

MENGAPA MESTI MEMILIH SMPIT IMAM BUKHARI SISTEM BOARDING ?

Yang telah sama-sama kita mengetahui bahwa usia SMP adalah usia awal memasuki pubertas bagi setiap anak, baik yang laki maupun yang wanita.

Apabila bapak/ibu tidak memiliki kesiapan dan kemampuan mengawasi dan mendidik anak pada usia ini, sementara bapak/ibu sendiri sibuk dengan pekerjaan mencari nafkah untuk keluarga, lalu di kanan kiri lingkungan kita, di masyarakat dan di sekolah-sekolah non Islam pada umumnya, juga di sebagain sekolah-sekolah berlabelkan Islam tetapi jauh dari nuansa pendidikan Islam, baik dalam kelengkapan kurikulum maupun tata gaul di sekolahnya.
Sejumlah kecemasan dan kekhawatiran muncul dalam pikiran bapak/ibu akan masa depan pendidikan dan kepribadian putra-putri nya, tentu kita tidak boleh “gambling” dan “berspekulasi” dalam menempatkan pendidikan anak-anak. Jangan sampai kita rugi di dunia dan di akhirat, seperti yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim dan Imam Ghazali di atas.

SEKOLAH dan KELUARGA harus bersama-sama menyerang dan berjuang melawan Buruknya pergaulan di “MASYARAKAT” bagi putra putri kita. Apabila bapak/ibu merasa tak cukup memiliki kekuatan dan kemampuan, maka PESANTREN merupakan alternative bagi pendidikan putra-putri di SMP. Dan Imam Bukhari sebagai solusi yang tepat bagi putra-putri bapak/ibu.

FULLDAY untuk SMP bagi orangtua yang bermisi dan visi jauh ke depan, tidaklah cukup, sebab terelalu banyak tantangan yang menghadang putra-putri bapak/ibu di sela-sela pulang dari sekolah Fullday …. Di rumah …. Di lingkungan pergaulan ….. dan tantangan lainnya berupa dunia maya ?

SEDIKIT BANDINGAN TENTANG OUTCOMES KOMPETENSI KELULUSAN
ANTARA SMPIT FULLDAY DAN BOARDING (PESANTREN)

Untuk Kurikulum Umum (Diknas) alumni kami telah teruji di sekolah-sekolah lanjutan, baik dari SDIT ke SMP pesantren atau umum, dari SMPIT ke SMA atau MA Pesantren, secara umum
Prestasi kelulusan dan ketika di sekolah lanjutan yang baru, selalu unggul, di atas rata-rata standar Nasional untuk Diknas dan dalam studi Islam, Tahfizh dan Bhs Arab.
Secara umum materi PAI (Aqidah, ibadah, siroh, adab akhlak, Qur’an-Hadits) , Hafalan Hadits dan al Qur’an, baik yang Fullday maupun yang Boarding, adalah sama-sama sesuai standar kompetensi kurikulum kami (Pesantren).. yang membedakan adalah dalam hal Target Yang Harus dicapai oleh Fullday dan Boarding …

Hanya saja Kelebihan SMPIT Pesantren dibanding Fullday, antara lain:
Dalam hal praktik langsung dari materi PAI; juga dalam hal pembiasaan Shalat lima waktu berjamaah di Masjid, shaum sunnah, bangun malam untuk tahajjud, serta memiliki kondisi dan keteraturan belajar yang jauh lebih tertib dan bagus, serta ukhuwwah islam yang lebih kental dan terbangun secara baik dan saling tolong (ta`awun) di atas taqwa dan kebaikan, juga dalam life skill dan kemandirian, keakraban antara santri dengan pembi,mbingnya (musyrif) nya dan hubungan interaksi antara orangtua santri dengan asatidzah nya lebih terasa harmonis.

Hal inilah yang tidak mudah didapatkan di rumah, apalagi bagi orangtua yang sibuk dengan pekerjaan, ditambah lagi lingkungan pergaulan anak-anak yang tak kondusif.

Disamping terputusnya hubungan mereka dengan dunia luar (seperti dunia hiburan,  pergaulan bebas, dunia maya yang tak terkontrol, dan sejenisnya). Mereka isi waktu-waktu kosong dengan olahraga : futsal, sepak bola, tenis meja, tipan, berenang dan taekwondo, jalan pagi dan naik gunung, juga flying fox dan naik kuda.

Sehingga pertumbuhan mereka akan jauh lebih baik disbanding anak-anak fullday, utamanya bagi orangtua yang tak ada kemampuan mengawasi dan mendidik anak-anak di rumah karena factor kesibukan dan yang lainnya.

Anak-anak Pesantren SMPIT Imam Bukhari, hafalan al Qur’an 4-8 Juz. Sengaja kita batasi dengan max 8 juz, agar di kelas IX nya lebih fokus pada pengulangan-pengulangan, persiapan UAS dan UN …..
Namun, kami mempunyai peluang untuk Kerjasaama dengan LEMBAGA KARANTINA SEBULAN HAFAL ALQUR`AN 30 JUZ (Di bawah kepemimpinan KH.DR.Ahsin Sakho Muhammad, MA, al Hafizh dan Tim Huffadanya yang bersanad) …..  Alhamdulillah TP 2014, kami telah mengirim 4 utusan untuk mengikuti program Karantina tersebut, dengan hasil (Alhamdulillah) : 2 utusan (ustadz) Hafal 30 Juz, 1 hafal 12 Juz dan 1 lagi hafal 8 Juz (siswa SMPIT)

Sedangkan untuk Fullday  1 – 3 Juz,  terasa sulit untuk mencapai target optimal 3 Juz, kecuali yang inputnya dari SDIT Imam Bukhari atau SDIT atau SD Islam lainnya, mereka dapat mencapai 4-5 Juz.

Anak-anak SMPIT Pesantren (Boarding School), mudah menghafal 100 hafalan hadits yang diwajibkan, namun tidak semudah bagi anak-anak fullday. Juga penguasaan mufrodat (kosa kata) bahasa Arab, target minimal 400 kosa kata, insya’ Allah terpenuhi.

Tujuan Utama Pendidikan Kami : Selamat Aqidah-Manhaj dan Amalnya
·  Para siswa Boarding menguasai Kutaibat: Matan al Wajibat, Matan Ushul Tsalatsah, Matan Durus Muhimmah….. plus Muqarrar PAI khusus (Ramuan Syarh dari Kutaibat tsb),
·  Hafalan Matan/terjemah: 100 Hadits dari Bahjatul Quluub al Abror / Jawaami`ul Akhbar.
·  Muhadloroh bergilir semua Santri, satu hadits + syarahnya dari 100 hadits yang wajibh dikuasainya (di atas).
·  Bahasa Arab menggunakan ABY dan mufrodat & Nahwu sorof (Muqarror Mahad sendiri)
·  Beramal atas Dasar Ilmu : Ikhlash dan Mutaba`ah
·  Berteman atas dasar Cinta dan Benci Karena Allah, Ta`awun dan al Ukhuwwah
·  Mumtaz dalam penguasaan Kurikulum Diknas


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

MA`HAD SMPIT IMAM BUKHARI Dengan Lima Keunggulan:
v  Selamat Aqidah-Manhaj-Amalnya
PLUS :
1)    Target Hafalan al Qur`an :  Hafal 15 Juz, tanpa Karantina (Target 30 Juz Dgn Karantina Bagi yang berminat secara khusus) ….. Bekerjasama dengan Lembaga Karantina Sebulan Hafal Quran 30 Juz, DR.KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA, al Hafizh dan staff manajemennya, melalui Fata Fahmi Fikri.
2)    Life Skill (Instrumentasi - Tata Boga - Tata Busana – ITC - Kaligrafi)
3)    Pintar Bahasa Arab & Bhasa Inggris
4)    Pintar PAI,(yang terdiri dari Aqidah Ahlus sunnah, Fiqh Sunnah, Adab Akhak, Siroh Nabawiyah dan Khulafa` ar Rasyidah);  Dan setiap Selesai 1 Kutaib atau Muqarrar akan diberikan Sertifikasi oleh Ustadznya dan Mudir Mahad
5)   Matematika, IPA dan IPS diberikan dalam bentuk Modul dan Paket, Plus Bimbel Super Intensif dan TO menghadapi Ujian Nasional.

Syarat Penerimaan (Standar Input) :

Ø  Berijazah SDIT ATAU SD Islam ATAU SD UMUM DGN KOMPETENSI KHUSUS,
Ø  Lancar membaca  al Qur`an dan Benar.
Ø  Kemampuan menghafal ayat, diutamakan 2 baris maksimal 4 menit (ATAU 1 HALAMAN – Maksimal 1 Jam, lewat uji simulasi melalui program Karantina 1 Hari). Tes kemampuan dilakukan selama berada dalam Karantina….
Ø  Memiliki Kemauan dan semangat yang tinggi, serta siap hidup di asrama
Ø  Masuk 10 Besar dalam Kelasnya (Khususnya di Kelas 5 semester ganjil dan genap, dan Kelas 6 semester ganjil….. diutamakan lagi yang masuk 5 Besar)
Ø  Mendapat dukungan penuh dari Orangtua Melalui wawancara dan isian form kesepakatan orang tua dengan pihak Ma`had (Koperatifnya selama di Karantina)

BOBOT MATERI BOARDING SMPIT & SMAIT :
Dari total waktu 100 % untuk mencapai Target sesuai Kurikulum, maka dikelompokkan menjadi:
1.    40 % untuk Tahsin dan Tahfizh al Qur`an
2.    15 % Untuk Bahasa Arab
3.    18 % untuk PAI (menyelesaikan 4 Kutaibat dan 2 Syarah : Aqidah-Fiqh-Muamalah-Adab Akhlak-Siroh Nabawi+Kholifah)
4.    17 % untuk IPA-Mat-IPS, plus Bimbel dan TO super Intensif
5.    10 % Life Skill.

Jadwal Belajar Harian:

1.      Jam 03.30 – 05.00                  : Tahajjud-Menghafal Quran-Shalat shubuh
2.      Jam 05.15 – 06.00                  : Dzikir Pagi dan Setor Hafalan Quran
3.      Jam 07.30 – 09.30                  : Sabak-Sabki-Manzil Hafalan di Kelas (KBM)
4.      Jam 10.00 – 11.30                  : IPA / MAT / IPS (KBM, @ 2 x sepekan)
5.      Jam 11.30 – 13.00                  : Ishoma dan  Jam Bhs Arab / Inggris
6.      Jam 13.00 – 14.00                  : Life skill
7.      Jam 14.00 – 17.50                  : Istirahat, Dzikir Petang dan menghafal Quran
8.      Jam 16.00 – 17.30                  : PAI dan Bahasa Arab/Inggris
9.      Jam 20.00 – 21.00                  : Sabak-sabki-manzil Hafalan Quran & Hiwar.
10.    Jam 21.00 – 03.30                  : Istirahat & Tidur

BUKU-BUKU MUQARRAR :
Untuk Muqarrar PAI, Matan Qawa`idul Arba` - Matan Durusul Muhimmah Li `Ammatil Ummah – Matan Tsalatsatul Ushul – dan Muqarrar PAI Abu Fahmi (Tauhid-Fiqh-Tafsir-Adab & Akhlak)– Matan Hadits Hafalan
Syarah : Durus Muhimmah dan Ushul Tsalatsah
Bahasa Arab : Dari Badar online – ABY – BISA – Termodifikasi oleh Tim (Fata – Abdul Hakim – Fahmi Hasan – Farhan Mubarok)
IPA dan Matematika : Slamet Margono – Ahmad Isa – Dede Johar
IPS dan Bhs Indonesia & Penget Umum : Sumantri – Agus Fadillah
Bhs Inggris : Fata Fahmi – Rd.Furqon
Tahfizh Al Quran dan Hadits : Fata Fahmi – Farhan – Zein – Fahmi Hasan – Abdul Hakim – Ummahat FQ Tahfizh
Life Skill : Rumah Kue Umu Noval Slamet M – Quraisy Food – Nurafa – Ning Durriyah – Umu Luh– Umu Azhar – dan kerjasama dgn pihak luar.
ITC, Thib an Nabawi dan Instrumentasi : Ahmad Isa – Lukmanul Hakim – Fata Fahmi
TIM 6 MAHAD akan terus (mingguan) membahas dan mematangkan semua persiapan kurikulum ini berikut metode dan aplikasinya dalam KBM harian.
---------  REKRUT GURU BARU YG TERSTANDAR SESUAI MISI DAN VISI YMI % PROFESIONALISME ….











[Baca...]