Tampilkan postingan dengan label FIQH JIHAD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIQH JIHAD. Tampilkan semua postingan

Mufti Besar Mesir Serukan Persatuan
Untuk Melawan Sektarianisme
Senin, 09/05/2011 13:39 WIB, UPDATE  AFA IMAM BUKHARI JATINANGOR

Mufti besar Mesir Syaikh Ali Jumaa meminta rakyat Mesir dan dewan militer untuk melawan perilaku sektarianisme dan setiap upaya yang mencoba untuk 'menggoyang' negara.

[Baca...]




JIHAD, HUKUM, DAN KEUTAMAANNYA (Bagaian-2)
SYAIKH MUHAMMAD BIN IBRAHIM AT TUWAIJRI

II. MACAM-MACAM JIHAD

1-   Jihad terbagi menjadi empat:

1. Jihad melawan jiwa dan hawa nafsu (Jihad an-nafs): yaitu berjihad melawan hawa nafsu untuk belajar agama, mengamalkan, berdakwah terhadapnya dan bersabar terhadap cobaan yang dihadapinya.
2. Jihad melawan setan (jihad asy-syaitan): yaitu berjihad untuk melawan apa yang disebarkan oleh syetan berupa keraguan dan syahwat kepada seorang hamba.
3. Jihad melawan orang-orang yang dzalim dan pelaku bid'ah dan kemungkaran, yaitu: berjihad melawan mereka dengan menggunakan tangan (kekuatan) jika mampu, dan jika tidak maka menggunakan lisan atau hati, sesuai dengan kondisi dan maslahat yang terbaik bagi Islam dan kaum muslimin.
4. Jihad melawan orang kafir dan munafik: yaitu berjihad melawan mereka dengan menggunakan hati, lisan, harta atau jiwa –dan inilah yang dimaksud disini- (perang melawan orang-orang kafir dan munafik).


[Baca...]




JIHAD, HUKUM, DAN KEUTAMAANNYA (Bagaian-1)
SYAIKH MUHAMMAD BIN IBRAHIM AT TUWAIJRI

Makna Jihad
Jihad di jalan Allah _ adalah mengerahkan segala kemampuan dan tenaga untuk memerangi orang-orang kafir dengan tujuan mengharap ridha Allah _ dan meninggikan kalimatNya.

Mujahid di jalan Allah _ adalah orang yang berperang di jalanNya dengan tujuan agar kalimat Allah (agama Islam) menjadi yang paling tinggi.
Abu Musa Al-Asy'ari ra. berkata: "Ada seorang laki-laki yang dating kepada Nabi _ lalu berkata, "Seseorang yang berperang agar mendapatkan harta rampasan, dan seseorang yang berperang agar terkenal (namanya) dan seseorang yang berperang agar mendapatkan kedudukan, maka siapakah di antara mereka yang berperang di jalan Allah _?". Nabi _ menjawab: "Orang yang berperang agar kalimat Allah _ menjadi paling tinggi, dialah orang
yang berperang di jalan Allah _." (Muttafaq 'alaih).


[Baca...]