Seri Kado Pernikahan -1

Serial Kado Pernikahan
Menuju Keluarga Sakinah
Oleh : Abu Fahmi Ahmad

Bagian-1 : Pendahuluan
Umat manusia sebagai masyarakat besar merupakan himpunan dari dzurriyah (keturunan) dan hafadah (cucu-cucu), laki-laki dan perempuan berindukkan pada pasangan Adam dan Hawa.
Allah SWT berfirman:

 “Allah menjadikan dari kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapa mereka mengimani kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?” (QS 16: 72).


“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak …”  (QS 4: 1).
 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu …”  (QS 49: 13).

Mereka kini tersebar diberbagai penjuru dunia dengan berlainan suku, bangsa, bahasa, dan adat istiadat serta keyakinan dalam agama. Mereka itu disebut sebagai keluarga besar karena tercipta dari pencipta yang Satu, yaitu Allah SWT dan berasal dari jiwa yang satu yaitu Adam ‘alaihissalam. Namun yang pasti dari aspek aqidah keyakinan mereka terhadap Allah SWT cukup digolongkan menjadi dua kelompok besar, yang masing-masing kelompok terdapat puluhan tingkatannya. Kedua kelompok tersebut adalah mukmin dan kafir, sebagaimana Allah SWT berfirman:
Dialah yang menciptakan kamu diantara kamu ada yang kafir dan ada yang mukmin. Dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan” (QS 64: 2).

Kemungkinan diantara mereka suatu saat akan dipertemukan Allah melalui ikatan perkawinan. Oleh karenanya perbedaan-perbedaan suku dan bangsa diatas diciptakan bukan untuk saling menumpahkan darah, akan tetapi agar diantara mereka itu saling kenal mengenal; adat istiadat, budaya lokal, dan juga keyakinan masing-masing.
Sebab kelak Allah Ta’ala akan menurunkan seperangkat aturan mengenai bagaimana mereka harus mengikatkan satu sama lainnya dalam ikatan perkawinan dan bagaimana mereka harus membangun sebuah lembaga keluarga yang memungkinkan mereka dapat hidup tenang dan bahagia secara hakiki. Dari sanalah kemudian diturunkan aturan – perintah dan larangan – seperti perempuan mana yang halal dinikahi dan mana yang haram dinikahi, larangan muslimah menikah dengan laki-laki kafir, dan kedudukan ahli kitab dalam hukum perkawinan dengan kaum muslimin, dst.

Satu bukti adanya perencanaan Allah yang matang dan terstruktur, antara lain tampak pada kandungan ayat-ayat yang terhimpun dalam surat An Nisa’. Disana kita dapat mengetahui betapa ketika ayat-ayat itu turun memang benar tengah terjadi satu tatanan masyarakat yang tidak mengenal tauhid uluhiyah dan tidak pula mengenal suluk dan akhlak yang terstandar oleh suluk Rabbani. Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mungkin membiarkan suatu masyarakat tumbuh secara tidak sehat, yang kuat menindas yang lemah, pelanggaran besar-besaran terhadap HAM, khususnya hak-hak kaum lemah dari kaum wanita. Itulah masyarakat jahiliayah, dimana mereka jahil bukan karena kebodohannya dalam ilmu-ilmu keduniaan ini, bukan pula karena rendah peradabannya. Ada satu bukti nyata sebagaimana tersebut dalam Surat Quraisy, dimana mereka sebagai pedagang-pedagang yang ahli dalam memanfaatkan peluang musim panas dan dingin untuk melanglang ke negeri-negeri tetangga. Hal ini tak mungkin terjadi tanpa adanya wawasan dan penguasaan komunikasi yang baik untuk ukuran masa itu. Dan begitu pula dalam hal assimilasi budaya, memungkinkan mereka dapat maju dalam dunia perniagaan.

Jahil disana tidak lain lebih berkaitan dengan jahil terhadap hakikat uluhiyah dan jahil terhadap suluk Rabbani. Lebih cepat apabila kejahiliyahan mereka berkaitan kelalaiannya terhadap urusan-urusan akhirat, sekalipun mereka maju dalam ilmu dan peradaban. Hal ini setidaknya ditegaskan sendiri oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikut:

 “Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai” (QS 30: 7).

 “Dan apakah kamu tidak mengadakan perjalanan dimuka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelah mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiria) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zhalim kepada mereka, akan tetapi mereka lah yang berlaku zhalim kepada diri sendiri” (QS 30: 9).

Perhatikan pula QS 40: 82 – 83; QS Fushshilat: 15

Secara global bahwa mereka tergolong jahiliyah oleh sebab:
1.    Syirik dalam ibadah
2.    Syirik dalam Ittiba’ (mengikuti apa-apa yang Allah turunkan melalui Jibril Alaihissalam kepada Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wassalam)

Dengan demikian, Al Qur’an ketika menggunakan istilah jahiliyah itu tidak memasukkan unsur utamanya karena kebodohan tentang ilmu-ilmu zhahir kehidupan dunia ini, akan tetapi lebih terkait dengan kedua faktor diatas tadi. Dari sinilah maka jahiliyah lama maupun jahiliyah modern pada hakikatnya adalah sama, mereka itu syirik dalam ibadah dan syirik dalam mengikuti apa-apa yang Allah turunkan.

DR Muhammad Quthb mengatakan “dari penjelasan ayat diatas, jelaslah bagi kita bahwa memang didalam masyarakat jahiliyah terdapat pribadi-pribadi yang baik yang melakukan aktifitas bermanfaat bagi kemanusiaan, akan tetapi semuanya itu musnah dan sirna tak berarti dikarenakan kejelekan-kejelekan mereka jauh mengungguli kebaikan-kebaikan yang mereka perbuat, yaitu dalam hal syirik ibadah dan syirik Ittiba’ (mengikuti apa-apa yang Allah turunkan pada manusia, berupa kalam-kalam-Nya).”

Bersabda Rasulullah SAW, “Keunggulan kamu pada masa jahiliyah, keunggulan kamu pula pada masa Islam apabila kalian tafaqquh (memahami agama secara baik)” (HR Muslim). (Ru’yah Islamiyah li Ahwalil ‘Alamil Mu’ashir,  hlm 19 – 20).

Jahiliyah, Pelanggar HAM Terberat Dari Masa ke Masa

Telah menjadi taqdir Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwa pada masyarakat manusia terdapat yang lemah dan yang kuat, yang kaya dan yang miskin.
Yang termasuk kaum lemah adalah; anak-anak yatim, kaum wanita pada umumnya, dan kaum wanita secara khusus seperti janda-janda, baik karena cerai maupun karena kematian suaminya, juga kalangan manula (laki-laki dan perempuan) dan umumnya anak-anak. Mereka itulah yang mendapat sorotan tajam dalam Surat  An Nisa’.
Jahiliyah menzhalimi hak-hak anak yatim, mereka diperlakukan secara diskriminatif oleh tuannya, antara yang memiliki harta dan berwajah cantik diperlakukan tidak sama  dengan yang tidak bernasib baik seperti teman-teman yang lainnya. Tuan (sebagai pelindung) dengan nafsunya bisa mengawini anak-anak yatim yang diasuhnya dengan sekehendaknya tanpa membayar mahar pada mereka, dan itu pun hanya bagi yang memiliki uang dan berwajah cantik. Sementara bagi mereka yang miskin dan tak berwajah cantik, lebih buruk lagi nasib mereka.

Mereka (kaum jahiliyah) merasa malu dan aib besar, ditampakkan merah padamnya wajah mereka ketika melahirkan anak perempuan. Untuk membuang malu dan aibnya tersebut, maka ada dua cara untuk menghabisi nyawa anak-anak perempuan mereka itu. Yang pertama, adalah dengan membiarkan anak yang mungil dan cantik yang lahir ditengah-tengah keluarga mereka itu dipelihara dengan baik dan dibiarkan bertahan hidup menghirup udara kehidupan  lebih kurang 6 tahun. Dalam sosoknya yang mungil, lucu dan ceria itu, dibawanya ke liang lahat yang telah dipersiapkan, lalu disana ia dimasukkan ke lubang pembantaian hidup-hidup disertai dengan ritual-ritual tertentu. Cara kedua, adalah dimana mereka membawa isterinya yang sedang hamil tua mendekati saat-saat melahirkan anaknya itu ia dibawa ke sebuah lubang kematian dengan sedikit upacara ritual jahili yang dihadiri oleh keluarga dekatnya. Dan apabila ternyata yang lahir itu bocah mungil wanita, maka langsung saja dimasukkan ke lubang tersebut dan dikubur hidup-hidup.

Perlakuan mereka yang sangat zhalim tersebut diabadikan dalam salah satu ayat-Nya yang berbunyi:
وإذا الموءودة سئلت ، بأي ذنب قتلت
 “Apabila bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh ...”  (QS 81: 8 – 9).

Kezhaliman jahiliyah lainnya adalah kaum wanita tidak berhak mendapatkan warisan. Mereka tidak mengenal istilah Dzawil furudl, Dzawil arham, ataupun ‘Ashobah dalam soal waris mewaris. Allah turunkan ayat khusus untuk memastikan adanya hak waris untuk wanita dalam QS 4: 7 – 12.
Kezhaliman lainnya adalah, apabila seorang isteri ditinggal mati oleh suaminya, maka ia menjadi barang warisan, dan biasanya setiap laki-laki memperoleh kesempatan yang sama untuk memperebutkan janda tersebut, yaitu dengan melemparkan selembar kain kepadanya, bak menjaring ikan. Dan jika tertangkap maka orang tersebut berhak memilikinya. Atau apabila keluarganya termasuk orang kuat, maka anggota keluarganya yang lebih dahulu melemparkan kain tersebut agar si janda tetap berada dilingkungan keluarganya. Perhatikan QS 4: 19 – 20.

Dari sanalah kemudian Islam melalui wahyu yang diturunkan pada Surat  An Nisa’, berkepentingan untuk melindungi kaum yang lemah tersebut, wanita dan anak-anak yatim. Dan didalamnya mengandung berbagai ketentuan hukum dalam rangka melindungi hak-hak kaum lemah dalam segala aspeknya, terutama dalam upaya pembangunan lembaga keluarga yang suci, bersih, dan mampu tumbuh dengan baik di bawah manhaj Rabbani.

Islam Datang untuk Memerangi Jahiliyah

Dalam Surat An Nisa’, dapat kita jumpai keharusan membayar mahar (mas kawin) kepada setiap isteri yang akan dinikahi oleh seorang laki-laki. Disana pula setiap wali harus melindungi anak-anaknya, laki-laki dan wanita sama saja dalam hal memperoleh pahala dan siksa, memiliki kewajiban dalam keluarganya. Disana pula, Allah melarang masing-masing kita untuk saling iri terhadap kelebihan karunia yang Allah berikan kepada yang lain, baik dalam hal harta, kedudukan, kecantikan, dan status lainnya. Allah juga menegaskan dalam surat An Nisa’, bahwa laki-laki itu pemimpin bagi wanita (isterinya).

Pada masyarakat jahiliyah ketika itu, terdapat empat pola perkawinan atau cara laki-laki menyunting seorangg wanita:

1.    Cara yang mirip dengan perkawinan sekarang, dimana laki-laki datang ke wali wanita meminta (meminang) lalu mengawininya.

2.    Suami-isteri yang menghendaki anak dengan tipe khusus, apakah ingin pintar, ingin kedudukan, dan memperoleh status sosial yang baik, maka sang suami mengizinkan/ memerintahkan isterinya untuk berhubungan sebadan dengan laki-laki lain yang dikehendaki suaminya, yaitu setelah isterinya habis suci dari haidl dan belum ia gauli. Kemudian apabila telah pasti dari hubungan isteri dengan laki-laki lain itu telah membuahkan janin, maka sang suami kembali menggauli isterinya sebagaimana biasanya suami isteri.

3.    Seorang wanita digauli oleh sejumlah laki-laki. Apabila wanita itu hamil dan melahirkan bayinya, maka dikumpulkanlah semua laki-laki yang ikut andil menggaulinya. Kemudian disana si wanita itu menentukan satu pilihan diantara laki-laki tersebut untuk menjadi bapaknya yang sah (formal).

4.    Seorang wanita digauli oleh sejumlah laki-laki. Namun ketika bayi yang dikandungnya lahir, maka dikumpulkan semuanya, lalu si wanita itu mencocokkan kemiripan anaknya dengan salah seorang laki-laki hidung belang tersebut. Yang bernasib mirip wajahnya, maka ia harus mau menjadi bapak si jabang bayi tersebut (HR Bukhari dari Aisyah RA).
Setelah Islam datang, Islam menentukan satu bentuk perkawinan saja yang dibenarkan secara syara’, yaitu seperti cara pertama diatas, tentu saja setelah disempurnakan menjadi lazimnya pernikahan dalam Islam hingga sekarang ini.

Islamlah yang membebaskan wanita dalam pasungan kaum laki-laki jahiliyah, dan tindak tiran lagi melampaui batas dan arogansi. Islam mengingatkan bahwa laki-laki sebagai pemimpin lembaga keluarga bukanlah sebagai penguasa, namun ia adalah pemimpin mereka, pelindung mereka, pelinndung isteri dan anak-anak, meluruskan isteri manakala bengkok dan menyimpang, namun tetap bijak dan penuh kasih sayang. Begitu pula isteri di lembaga keluarga merupakan pemimpin yang memenej dan mengurusi rumah tangga suaminya, terutama dalam mengatur urusan rumah dan pemeliharaan terhadap anak-anaknya teristimewa lagi ketika mereka pada awal-awal tahun kelahiran, masa menyusui hingga balita akhir. Ibu adalah sipemilik rahim, dialah pelindung umat manusia dari keterpuutusan hubungan sesamanya dan dari kepunahan, dia pula sebagai dambaan kasih sayang bagi anak-anaknya.
Sementara ayah sumber dambaan anak-anak dan isterinya dalam setiap ancaman dan mara bahaya yang mengancam tegaknya lembaga keluarga. Mereka diposisikan Allah dalam sebuah lembaga kelurga dengan membawa bakat bawaan dan potensi masing-masing untuk saling memberi dan menguatkan, dan bukan untuk berkompetisi satu dengan yang lainnya. Sebab kompetisi artinya merebutkan suatu posisi tertentu dalam lembaga keluarga dan tentu sosial, ataupun lainnya antara isteri dan suami, mungkin juga antar anak-anaknya, sama sekali bukan untuk berkompetisi yang menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Allah dengan tegas mengingatkan “Dan hendaklah kalian jangan iri terhadap kelebihan karunia yang Allah berikan pada sebagaian yang lain” (QS An Nisa’).

[Baca...]



BAB VIII : MENJAGA UMMAT DARI INVASI PEMIKIRAN
 Setelah kita mengikuti pembahasan tentang invasi pemikiran pada bab-bab terdahulu,maka kita menyadari,betapa besar bahaya yang ditimbulkan oleh invasi pemikiran tersebut pemikiran tersebut bagi Islam dan kaum muslimin. Invasi pemikiran merupakan bentuk “ perang modern “ dan “ total war”, yang memiliki tujuan dan program yang jelas, serta direncanakan secara matang. Oleh karena itu, kita harus menjaga dan membela ummat Islam dari bahaya yang sangat besar ini.Penjagaan dan pembelaan ini, tidak akan dapta kita lakukan, kecuali melalui perencanaan dan persiapan yang matang, yang seimbang dengan kuatnya invasi pemikiran Barat.

Kita harus menyadari sepenuhnya bahwa menjaga ummat Islam dari invasi pemikiran Barat, merupakan kewajiban dan tanggung jawab seluruh ummat Islam, baik tanggung jawab pribadi, maupun tanggung jawab Negara muslim. Ummat Islam harus mempunyai daya defensif ( membela diri ), serta daya ofensif (menyerang balik)ter hadap serangan gencar invasi pemikiran Barat yang sedang mengarahkan semua moncong senjatanya kea rah ummat Islam 

Pada saat ini, Barat sedang menghadapi problema besar,yang di kibatkan oleh penggungan mereka terhadapfilsafat materialis.
[pengagungan terhadap filsafat materialis yang berlebihan,mensiptakan suatu bangsa yang hanya berfikir benda,benda,dan benda.Kini,angan-angan mereka bukanlah menjadi bangsa termaju di dunia,namun,ingin menelan dunia bulat-bulat.Mka,cara yang mereka tempuh adalah melakukan invasi pemikiran ke seluruh Negara dan selllluruh bangsa di dunia.Namun mereka salah berhitung,ternyata serangan invasi pemikiran yang mereka arahkan untuk menguasai dunia, telah berbalik arah dan menyerang dirinya sendiri.Kini,problema yang mereka hadapi adalah terjadinya macam krisis,di antaranya:krisis moral,krisis nilai,krisis keyakinan, krisis social, dan krisis kebudayaan. Meskipun demikian, mereka tidak peduli, dan terus melakukan serangan invasi pemikiran ke seluruh Negara dan seluruh bangsa - ed.]

Untuk menghadapi invasi pemikiran Barat, maka kaum muslimin harus aktif menunjukkan kepada Barat, betapa baiknya peradaban, kebudyaan dan seluruh ajaran Islam itu, Islam memperlakukan manusia sebgai kesatuan antara ruh dan jasad, dan bukan sebagai jasad semata, seperti yang diperlakukan oleh Barat sekarang ini. Kita mempunyai konsep peradaban yang fitri dan manusiawi. Kita harus menunjukkan semua konsep Islam yang lengkap dan sempurna kepada masarakat Barat khususnya, dan kepada semua bangsa pada umumnya, agar manusia mendapatkan kebahagiaan yang hakiki di dunia maupun di akhirat kelak.Penyampaian ajaran Islam ini, tidak akan dapat kita laksanakan, kecuali dengan pengorbanan jiwa harta, waktu, kerja keras, serta militansi yang tinggi.

Berikut ini akan saya kemukakan beberapa hal yang harus kitaperhatikan dan kita lakukan,untuk menjaga keutuhan ummat islam dari bahaya invasi pemikiran Barat,yaitu antara lain:
pendidikan agama islam bagi anak-anak dan generasi muda,terutama menananamkan prinsip-prinsip keimanan sejak usia dini, sehingga ketika menginjak usia dewasa, mereka telah mempunyai keimanan yang kuat serta aqidah islam yang mantap.
Memberikan perhatian yang besar terhadap Kluarga muslim harus memberikan pendidikan yang benar terhadap anak-anaknya,menyangkut pendidikan aqidah, ibadah, akhlak, dan nilai-nilai islam yang luhur.Selain itu,orang tua harus memperhatikan metode pengajaran yang baik dan tepat dalam seluruh jenjang pendidikan,sebagai follow up (tindak lanjut) dari pendidikan di dalam keluarga.

Berusaha membantah tuduhan-tuduhan jelek dari musuh-musuh islam terhadap islam dan kaum muslimin,dengan cara mengungkapkan bahaya westernisasi dan invasi pemikiran Barat, selanjutnya
Memberikan penjelasan tentang keokentikan peradaban islam, tentang peradaban antara peradaban islamdan peradaban materialisme Barat modern,serta memperlihatkan peran dan jasa ulama “islam dalm perkembangan peradaban dunia.

Mendorong pemakaian bahasa Arab fasih (bahasa Al-Qur”an) sebagai bahasa komunikasi dan sebagai bahas pengantar pendidikan di sekolah maupun universitas.
Memberantas habis semua tradisi yang berasal dari luar islam,yang telah masuk ke dalam masyarakat muslim,lalu mendidik generasi muslimdengan adat,tradisi,dan budaya islam yang benar sejak usia dini.

Memperhatikan perkembangan media massa,sebab media massa merupakan sarana yang sangat cepat mempengaruhi masyarakat.Oleh karena itu,berusaha menghindari acara-acar yang bermuatan westernisasi atau invasi pemikiran Barat.Selain itu,berupaya mendirikan badab yangbertugas menyensor bubku-bkuku,majalah,berita,ataupun tulisan yang berasal dari luar islam.

Melarang berdirinya sekolah dan institute missioner yang di prakarsai oleh kaum misioneris,sambil mengadakan pengawasan yang ketat terhadapa gerakan kristenisasi di Dunia Islam.

Mendirikan pusat riset dan studi lapangan ,yang bertugas mengkaji metodologi serta pengaruh invasi pemikiran Barat di Dunia Islam.
Menyusun strategi dan taktik yang jitu untuk menghadapi serangan invasi pemikiran dan invasi peradaban Barat,yang di tebar melalui jaringan televise dunia,maupun melalui satelit komunikasi.

PENUTUP
Kiranya,demikianlah uraian tentang invansi pemikiran Barat,mulai dari sejarah,organ-organnya,hingga strategi dan taktik penyerangnannya,terhadap islam dan kaum muslimin.Semoga allah memberikan daya depensif dan opensif kepada kaummuslimin di mana pun berada ,untuk menangkal gencarnya serangan invansi pemikiran musuh-musuh islam tetap mampu meninggikan kalimatullah dan menzhahirkan dinul-islam.
Ingatlah beberapa firman allah ta’ala berikut ini:

 “Dan (ingatlah),ketika orang-orang kafir memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu,atau mennngusirmu.Mereka memikirkan tipu daya dan allah menggagalkantipu day itu.Dan allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.”(Al-Anfal:30)
“  Orang-orang kafiritu membuat tipu daya,dan allah membalas tipu daya mereka itu.Dan  Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”(Ali ‘Imran: 54)

“Dan demikianlah Kami adakan  pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu.Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri,sedang mereka tidak menyadarinya.”(Al-An’am:123)

“Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka adzab yang keras,dan rencana jahat mereka akan hancur .” (Fathir:10)
“Rencanayang kuat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri.” (Fathir:43)

“Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka ti dayakan.” (An-Nahl: 127)
La  haula wala quwwata illa billah  wal-hamdu lillahi rabbil-‘alamin.

Catatan Tambahan

Dinukil dari buku karya Thaha Husen yang berjudul Mustaqbaluts-Tsaqafah fi Mishr,hal.45.
Mustaqbaluts-Tsaqafah fi Mishr,hal.50.
Abdurahman  Al-Maidani, Ajnihatul-Makrits- Tsalastsah, hal. 83.
Ahmad Basyir,  Al- Ghazwul-Fikri wat-  Tiyaratul Mu’adiyah lil- Islam, hal 40. Serta dalam buku karya Abdurahman Al-Maidani,Ajnihatul- Markrits-Tsa. latsah  hal 89.
Abdurahman Al-Maidani, Ajnihatul-Markrits-Tsalatsah, hal 90.
Mushthafa As- Siba’i, Al -Mustasyriqun ma Lahumwama’ Alahim, hal 19.
Mushthafa As -Siba’i, Al -Mustasyriqun ma lahumwama’ Alahim, hal 95.
Mushthafa As- Siba’i, Al - Mustasyiriqun ma lahumwama’ Alahim, hal, 96.
Dr.Jalal Yahya, Al -  ‘Alamul ‘ Arabi Al- Hadits, hal 543.
Dr.Ali Abdul Halim Mahmud, Al - Ghazwul -Fikri wat –Tiyaratul-Muadiyah Lil- Islam hal 143 .
Dr. Ali Abdul Halim Mahmud, Al- Ghazwul- Fikri wat Tiyaratul- Mu’adiyah Lil- Islam,hal 111.
Dr.Ali Abdul Halim Mahmud,Al-Ghazwul-Fikri wat Tiyaratul-Mu’adiyah Lil Islam,hal.117.
Dr.Ali Abdul Halim Mahmud, Al-Ghazwul-Fikri wat Tiyaratul-Mu’adiyah Lil-Islam,hal.113.
Dr.Ali Abdul Halim Mahmud, Al-Ghazwul-Fikri wat Tiyaratul-Mu’adiyahLil- Islam,hal.113.
Abdurahman Al-Maidani,Ajnihatul-Makrits-Tsatsah,hal.351.
Abdurahman Al-Maidani,Ajnihatul-Makrits-Tsatsah,hal.368.
Abdurahman Al-Maidani,Ajnihatul-Makrits-Tsatsah,hal.378.
Dr.Muhamad Al-Bahi.Al-Fikrul-Islami  AL-Hadits Washilatuhu bil- Isti’maril-Gharbi,hal.45
Dr.Ali Abdul Halim Mahmud, Al – Ghazwul – Fikri wat – Tiyaratul Muadiy ah Lil- Islam hal.137.
Dr.Mushthafa Al-Khalidi,dan Dr.UmarFarukh,At-Tabsyir wal-Isti’mar,hal.34.
Dr.Mushthafa Al-Khalidi,dan Dr.UmarFarukh,At-Tabsyir wal-Isti’mar,hal.35.
Dr.Mushthafa Al-Khalidi,dan Dr.UmarFarukh,At-Tabsyir wal-  Isti’mar,hal.36.
Dr.Mushthafa Al-Khalidi,dan Dr.UmarFarukh,At-Tabsyir wal-Isti’mar,hal.36.
Abdurahman Al-Maidani,Ajnihatul-Makrits-Tsatsah,hal. 59.
Muhibbuddin Al-Khatib,dan Musa’id Al Yafi,Al –Gharah ‘alal-Islami,hal.30.
Anwar Al-jundi,Al-Islam fi Wajhit-Tagrib,Mukhaththathatut-Tabsir wal- Istisyrak,hal.66,67.
Anwar Al-jundi , Al-Islam fi Wajhit-Tagrib,Mukhaththathatut-Tabsir wa-lIstisyrak,hal.171..
Dr. Ali Garisyah,da  n Muhammad syarifAz-Zaybeek,Asalibul-Ghazwil-Fikri lil-‘Alamil-Islami,hal.31.
Anwar Al-jundi , Al-Islam fi Wajhit-Tagrib,Mukhaththathatut-Tabsir wal-Istisyrak,hal.95.
Dr.Ibrahim’Ukasyah Ali,Malamih’anin-Nasyathit-Tanshiri fil-WATHANIL ‘Arabi,hal.167,168.
Al-Mausu’atul-Muyassarah fil-Adyani wal-Madzahibil-Mu’ashirah,hal.331.
Al-Mausu’atul-Muyassarah fil-Adyani wal-Madzahibil-Mu’ashirah,hal.332.
Dr. Ali Garisyah,dan Muhammad syarifAz-Zaybeek,Asalibul-Ghazwil-Fikri lil-‘Alamil-Islami,hal.157.
Dr. Ali Garisyah,dan Muhammad syarifAz-Zaybeek,Asalibul-Ghazwil-Fikri lil-‘Alamil-Islami,hal.158
Dr. Ali Garisyah,dan Muhammad syarifAz-Zaybeek,Asalibul-Ghazwil-Fikri lil-‘Alamil- Islami,hal.155.
Dr. Ali Garisyah,dan Muhammad syarifAz-Zaybeek,Asalibul-Ghazwil-Fikri lil-‘Alamil- Islami,hal.163.
Lihat Protokolat Hukama’Shuyun,di terjemahkan oleh Khalifah At-Tunisi,Protokolat  9.
Lihat harian Al-muslim,no.228,tanggal 13 Dzulqa’dah 1409 H.
Lihat Protokolat Hukama’Shuyun,di terjemahkan oleh Khalifah At-Tunisi,Protokolat  14.
Lihat Protokolat Hukama’Shuyun,di terjemahkan oleh Khalifah At-Tunisi,Protokolat 17.
Dr.Muhammad  Az-Za’ibi,Dafa’inun-Nafsiyah Al-Yahudiyyah ,hal.128.
Dr. Ali Garisyah,dan Muhammad syarifAz-Zaybeek,Asalibul-Ghazwil-Fikri lil- Islami,hal.155.
Mushthafa Ad-Dibagh,Al-harbun-Nafsiyah Al-Isra’iliyyah,hal.76.
Al-Mausu’atul-Muyassarah fi-Adyani wal-Madzahibil-Mu’ashirah,hal.449.
Al-Mausu’atul-Muyassarah fi-Adyani wal-Madzahibil-Mu’ashirah,hal.309
Abbas Al-Aqqad,Asy-Syuyu’i wal-Insaniyyah,hal.232.
Abbas Al-Aqqad,Asy-Syuyu’i wal-Insaniyyah,hal.313.
Abbas Al-Aqqad,Asy-Syuyu’i wal-Insaniyyah,hal.543.
Abbas Al-Aqqad,Asy-Syuyu’i wal-Insaniyyah,hal.544.
Abbas Al-Aqqad,Asy-Syuyu’i wal-Insaniyyah,hal.389
Safar Al-Hawali,Al-‘ilmaniyah,hal.24.
Muhammad  Quthb,  As-Syubhat   Haulal-Islam. hal  17.
Muhammad  Quthb,  Madzahib fikriyyah Mu’ashirah hal .478.
Al-Mausu’atul-Muyassarah fi-Adyani wal-Madzahibil-Mu’ashirah,hal.478.
Ihsan llahi Zhahir. Al-lama’iliyyah Tarikhun wa’Aqa’id, hal. 474.
Ih san llahi Zhahir. Al-lama’iliyyah Tarikhun wa’Aqa’id, hal. 474.
Ih san llahi Zhahir. Al-lama’iliyyah Tarikhun wa’Aqa’id, hal. 485.
Ih san llahi Zhahir. Al-lama’iliyyah Tarikhun wa’Aqa’id, hal. 596.
Muhammad Asad, Al-lslam’ala Muftariqith- Thuruq hal. 39.
Adbullah At-Tal, judzurul-Bala; hal. 201.
Jalalul-‘Alim, Qadatul-Gharbi  yaqulun Dammirul-lslam, hal. 39
Jalalul-‘Alim, Qadatul-Gharbi yaqulun Dammirul lslam,hal.55.
Anwar  Al-Jundi ,Syubhatur-Taghrib fi Ghazwil Fikri Al-lslami,hal.284,285
Anwar Al-Jundi,  Al-lslam  fi Ghazwil-Taghrib,Mukhaththathatut-Tabsyir wal-lstisyraq,hal.350
Anwar Al-Jund   Al-lslam fi w Wajhit-Taghrib,Mukhaththathatut-Tabsyir wal-lstisyraq,hal.366.
Lihat buku Dr.Mushthafa As-Siba’i,As-Sunnah wa Makanatuha fit-Tasyri’Al-islami
Abdurahman Al-Maidani,Ajnihatul-Makrits-Tsalatsah,hal.460.
JaJalul-‘Alim,  Qadtul-Gharbi yaqulun Dammirul-lslam,hal.460.
Lihat buku Dr .Shabir Thu’aimah,Akhtarl-Ghzwil-Fikri’alal-‘Alamil-lslami
JaJalul-‘Alim,Qadatul-Ghhrbi yaqulun Dammirul-lslam,hal.37.
Abdurrahman Al-Maidani,Ajnihatul-Makrits-Tsalatsah,hal.292.
Abdurrahman Al-Maidani,Ajnihatul-Makrits-Tsalatsah,hal.293.
Abdurrahman Al-Maidani,Ajnihatul-Makrits-Tsalatsah,hal.293
Abdurrahman Al-Maidani,Ajnihatul-Makrits-Tsalatsah,hal.308;Lihat juga buku Anwar Al-jundi,Al-lslam fi Wajhit-Taghrib,  Mukhaththathatut-Tabsyir wal-lstisyraq,hal.218,219.
Lihat sebuh pembahasan yang ditulis oleh Dr.Syukri Faishal,yang di beri judul,At-Tahaddi Al-Lughawi,hal.287.
Abdurrahman Al-Maidani,Ajnihatul-Makrits-Tsalatsah,hal.326.
Anwar Al-Jund   Al-lslam fi w Wajhit-Taghrib,Mukhaththathatut-Tabsyir wal lstisyraq,hal.233.
Lihat buku Anwar Al-Jundi,yang berjudulKhasha’Ishul-Adab Al-Arabi,hal.420.
Anwar Al-Jund   Al-lslam fi w Wajhit-Taghrib,Mukhaththathatut-Tabsyir wal lstisyraq,hal.171.
Anwar Al-Jund   Al-lslam fi w Wajhit-Taghrib,Mukhaththathatut-Tabsyir wal-lstisyraq,hal.172.
Anwar Al-Jund   Al-lslam fi w Wajhit-Taghrib,Mukhaththathatut-Tabsyir wal-lstisyraq,hal.176.
Dr.Ali Abdul Halim Mahmud, Al-Ghazwul-Fikri wa Atsaruhu fil-Mujtama’Al-Islami Al-Mu’ashir,hal.128.
Untuk memperluas hal ini,baca juga,Ghazwun fish-Shamim,karya Abdurarhman  Al-Maidani.
Jalalul-‘Alim,Qadatul-Gharbi Yaqulun Dammirul-Islam,hal.75.
Dr.Ali Abdul Halim Mahmud,Al-Ghazwul-fikriwa Atsaruhu fil-Mujtama’ Al-Mua’shir,hal.144
Dr. Ali Abdul Halim Mahmud,Al-Ghazwul-fikriwa Atsaruhu fil-Mujtama’ Al-Mua’shir,hal.144
Lihat hasil studi yang dilakukan oleh Dr nashir Tsabit yang berjudul At-Tahaddil-Ijtima’i Wahidun minat-Tahaddiyatil-Hadlariyyah wal-Ghazwits-Tsaqafi fi Duwalil-Khalijil-‘Arabi,350.
Anwar Al-Jundi   Al-lslam fi w Wajhit-Taghrib,Mukhaththathatut-Tabsyir wal-lstisyraq,hal.369.
Tuduhan-tuduhan tersebut di bahas oleh Prof.Abdul Karim Ali Baz,dan di bantah dengan tegas dalam bukunya,Iftira’at Philip Hitty wa Krl  Brockelmann’alat-Tarikh Al-Islami.
Anwar Al-Jundi   Al-lslam fi w Wajhit-Taghrib,Mukhaththathatut-Tabsyir wal-lstisyraq,hal.369.
Anwar Al-Jundi   Al-lslam fi w Wajhit-Taghrib,Mukhaththathatut-Tabsyir wal-lstisyraq,hal.370.
Lihat buku As-Saittharah Ash-shuhyuniyyah ‘ala wasa’ilil-l’lam Al-Alamiyyah,karya Abu    Ghanimah
Abdurrhman  Al-Maidani,Ghazwun fish-Shamim, hal.165.
JaJalul-‘ Alim Qadatul-Gharbi yaqulun Dammirul- lslam,hal.76.
Lihat buku As-Saitharah Ash-Shuhyuniyyah ‘ala Wasa’ilil-l’lam Al-‘Alamiyah,karya Ziyad Abu  Ghaniman, hal.169-176.
Studi Dr.Nashir Tsabit dengan judul At-Tahaddil-ljtima’iWahidun  minat-Tahaddiyatil-Hadlariyyah   wal-Ghazwits-Tsaqafi fi Duwalil-Khalijil-‘Arabi, hal.343.









[Baca...]




BAB VII
PENYUSUPAN DI BERBAGAI BIDANG

Tujuan utama invasi pemikiran yang sudah lama di canangkan oleh musuh-musuh Islam adalah menggeroti pilar-pilar Islam yang merupakan penyangga kemegahan kaum muslimin.
Sasaran invasi pemikiran meliputi aspek-aspek kehidupan ummat Islam yang strategis, yaitu menyangkut: keagamaan, bahasa dan sastra, pendidikan dan pengajaran, adat-istiadat, sejarah dan peradaban, media massa dan kebudayaan. Berikut ini akan kami jelaskan secara lebih terperinci.

7.1. Bidang Agama
Sejak dahulu berbagi aliran kebatinan seperti :Isma’illyyah, Nushairiyyah, syi’ah, dan sebagainya, telah menta’wilkan Al-Qur’an, dengan tujuan untuk, menghancurkan pilar-pilar asasi tempat berdirinya agama Islam.Selain itu, mereka berusaha menciptakan hadits-hadits palsu, yang isinya mendustakan Rasulullulah shallallahu’alaihi wasallam, dengan tujuan untuk menanamkan keraguan dihati kaum muslimin terhadap kebenaran hadits-hadits Rasulullah, sehingga orang-orang Islam tidak lagi menggunakan hadits-hadits nabawiyyah sebagai dasar dalam tasyri’ Islam.
Penganut aliran kebatilan berkeyakinan, bahwa ajaran Islam terdiri dari dua unsure, yaitu zhahir dan batin. Mereka mengatakan “ Sesungguhnya ajaran Islam yang zhahir adalah Syari’at, sedangkan yang batin adalah hakikat.pemilik syari’at adalah Rasulullah shallallahu’alahi wasallam,dalam hal kenabian, pembawa risalah, dan syari’at. Untuk memperkuat hal ini, mereka menciptakan hadits-hadits palsu, antara lain hadits yang berbunyi : Rasulullah bersabda :
“ Aku ( yang ) diberi wahyu, sedangkan Ali yang memiliki ta’wilnya.” 56 )Selain itu mereka juga menta’wilkan sebagai besar syi’ar-syiar Islam, seperti menta’wilkan : Shalat, Zakat, Shaum, dan haji, dengan pemahaman yang memperkuat kesesatan mereka. 57 )

Kisah para nabi dan rasul, surat-surat dan ayat-ayat Al-Qur’an tak lepas dari penta’wilkan mereka. Semua penta’wilkan yang mereka lakukan, bermuara pada satu hal, yaitu membatalkan syari’at Islam. Hal ini mereka ungkap di dalam buku-buku yang mereka rahasiakan,yang mereka beri nama Hakikat.  Kita b hakikat tidak boleh di baca dan dipelajari, kecuali oleh orang-orang yang sudah mencapai derajat tertinggi di dalam da’wah.
Mereka tidak berani mengungkapkannya secara terang-terangan di hadapan khalayak, karena mereka takut kepada pemimpin Islam yang ke- islamanya teguh, dan mereka juga takut terhadap protes yang dilakukan oleh kaum muslimin. 58)
Sikap yang dilakukan oleh kaum kebatinan ini, tak ubahnya seperti sikap penganut aliran filsafat kuno, yang mendorong masarakat awam agar menyepelekan dan melakukan perbuatan yang diharamkan agama.

Pada masa sekarang, musuh-musuh Islam telah menyadari, bahwa rahasia kekuataan ummat Islam terletak pada komitman mereka dalam menjalankan syari’at Islam di segala aspek kehidupannya. Dan hal ini, mereka anggap sebagai satu-satunya kendala yang menghalangi imperailisme Barat terhadap Negara kaum muslimin;Pihak Barat menyatakan hal tersebut secara terang-terangan, seperti yang dikatakan oleh perdana mentri Inggris,William Edward Gladstone, “ Selama Al-Qur’an ini ( sambil mengangkat mushaf Al- Qur’an ) masih berada di tangan orang-orang Islam, maka janganlah berharap, bahwa Eropa dapat menguasai timur.” 59 )

Seorang di antara misionaris mengakui bahwa hanya kekuatan Islamiyah yang berdiri tegak untuk menghalangi tersebarnya agama Kristen. 60 )
Mantan perdana mentri Israel, Ben Goreon berkata “ Yang paling kita takutkan adalah munculnya “ Muhammad baru” di Dunia Arab. “ 61 )

Seorang orientalis berkebangsaan Prancis, Keymon berkata, “ Sesungguhnya agama yang dibawa Muhammad { Islam- pent}, merupakan wabah yang tersebar di tengah-tengah masarakat. Saya berpendapat, kita harus membantai seperlima kaum muslimin, dan sisanya, harus kita kuasai, kita jajah, dan kita bebani dengan pekerjaan yang berat. Kemudian, kuburan dan jasad Muhammad, kita letakkan di museum Le Louvre. “ 62 )
Untuk merealisasikan cita-cita busuknya, sebagaimana di katakana oleh Keymont, kaum imperailis Barat mengobarkan pertempuran yang membabi buta, menyebarluaskan berbagai macam penyelewengan terhadap Al-Qur’an, risalah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, tasyri’Islami, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan Islam.

Mereka merongrong keaguangan agama Islam, dengan menuduh, bahwa Al-Qur’an adalah perkataan Muhammad bukan wahyu dari Allah ta’ala dan kerasulan Muhammad tidaklah benar.
Mereka terus mefokuskan serangan mereka pada masalah wahyu, dan mereka berkata, “Yang diberikan kepada Muhammad bukanlah wahyu, melainkan sekadar hikmah, karena kesucian Muhammad ataupun sekadar ilham.”Sebagian orientalis menuduh bahwa ketika Muhammad menerima wahyu, berada dalam keadaan kesurupan. 63 )

Mereka juga melempar tuduhan, bahwa agama islam yang diajarkan oleh Muhammad, merupakan hasil ramuan dari ajaran Yahudi dan Nasrani. Dalm hal ini, pendeta Bahira berperan sangat penting dalam mengajar Muhammad. 64 )
Selain itu, mereka berusaha keras untuk mengaburkan kebenaran risalah Rasulullah shallallahu’alahi wasallam. Mereka menuduh, karena hadits-hadita Rasulullah ditulis dan disusun detelah beliau wafat, maka sangat mungkin terjadi pengurangan, penambahab, bahkan pemalsuan hadits dan sunnah Rasulullah tersebut, Maka beberapa orientalis seperti : Gold Ziher, Reinhart Dozy, dan Seranger selalu mendengung-dengungkan hal tersebut agar kaum muslimin menjadi ragu terhadap kebenaran hadits dan sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. 65 )

Para orientalis tidak mau tahu terhadap jerih payah ulama’ hadits seperti : Imam Bukhari, Imam Muslim, dan lainnya, yang telah berusaha dan bekerja keras untuk menyeleksi hadits, lalu menendainya mana hadits yang shahih, maudlu’ dan klasifikasi lainnya. 66)
Mereka juga mengkritik perundang-undangan Islam dan mengatakan bahwa fiqh Islam itu di ambil dari perundang-undangan Romawi. Selain itu mereka menuduh bahwa hokum Islam adalah hokum barbarian, kejam, sadis, dan tidak berperikemanusiaan. 67 )
Seorang orientalis berkata. “ Ajaran Muhammad merupakan wabah atau epidemic { penyakit menular yang berjangkit sangat cepat di wilayah yang luas dan menelan banyak korban -ed } yang tersebar luas ditengah-tengah masarakat, yang mengancam mereka. Bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan total, menyebabkan penyakit jiwa ( gila ), membuat manusia lemah dan malas lalu membangkitkan nafsu untuk menumpahkan darah, meminum khamr, serta mengakibatkan berbagai penyakit social lainnya. Kuburan Muhammad di kota Madinah tak ubahnya sebuah sumber tenaga listrik yang mengalirkan penyakit jiwa ( gila ) ke kepala setiap orang Islam. Llalu pribadi-pribadi muslim itu akan berprilaku sebagai orang-orang kesurupan, dungu, yang tak ada batas akhirnya. Kemudian, mereka membenci dan memerangi semua kebudayaan modern, seperti : memakan daging babi, meminim khamr dan bermain music.”68 )
Musuh-musuh Islam selalu mendengungkan tuduhan sesat terhadap Islam dan memunculkan keraguan pada hati kaum muslimn, dengan tujuan utama untuk memalingkan kaum muslimin dari ke-Islamnnya, serta meletakkan penghalang antara pemeluk Islam dan Islam.Meskipun musuh-musuh Islam telah mengerahkan semua potensinya untuk menghancurkan Islam telah dan kaum muslimin, tetapi Allah Subhaahu wa Ta’ala senantiasa menjaga agama Islam yang mulia ini. 69 )

7.2. Bidang Bahasa dan Sastra
Kini bahasa dan sastra Islam ( yaitu Arab ) tengah terancam bahaya besar. Barat berusaha menggeser dan mengganti budaya, bahasa dan sastra Islam dengan budaya, bahasa, dan sastra Barat, dengan cara menyebarluaskannya melalui imperialisme dan media informasi intrnasional. Mereka mengetahui secara pasti, bahwa bahasa Arab merupakan bukti keotentikkan budaya Islam, karena bahasa Arab dipergunakan sejak Rasulullah shallallahu’alahi wasallam mulai menyerukan risalah Islam, hingga dalam kehidupan kaum muslimin di masa kini. Bahasa Arab, yaitu bahasa Al-Qur’an, merupakan salah satu tali pemersatu kaum muslimin sedunia. Maka tidak syak lagi, bila musuh-musuh Islam selalu menyeru dan berkampanye sengan berbagai macam cara, untuk menghapuskan bahasa Al-Qur’an tersebut.

Setelah imperialisme Preancis berjalan saeratus tahun, gubernur Prancis di Aljazair, selagi mereka masih membaca Al-Qur’an dan berbicara memakai bahasa Arab. Oleh karena itu, kita harus menghilangkan Al-Qur’an yang berbahasa Arabitu, kita harus mencegah orang membacanya, dan harus kita hentikan lidah mereka mengucapkan bahasa Arab. “ 70 )
Memang bahasa merupakan identitas dari kemajuan dan perkembangan suatu bangsa, karena bahasa merupakan alat yang dupergunakan sebagai saran komunikasi. Tentang hal ini, saya memiliki sebuah hasil studi banding yang berisi perbandingan penyebaran bahasa-bahasa internasional. Dan bila kita mau teliti, sesungguhnya bahasa Arab fasih mempunyai persentase terbesar dalam penyebarannya ke seluruh dunia, sepanjang sejarah bangsa-bangsa yaitu sejak ditulisnya sejarah, hingga munculnya gerakan moderinisasi di Eropa. Sebagai bukti, terdapatnya puluhan ribu dokumentasi ilmiah, menyangkut budaya, agama, social, dan tulisan-tulisan dalam berbagai disiplin ilmu dan sastra, yang tersebar luas di berbagai perpustakaan Islam yang komplit, yang semuanya itu ditulis dalam bahasa Arab fasih. 71 )

Dalam, rangka menghapuskan bahasa Arab, Barat berusaha keras untuk menjauhkan irtibath ( relasai, kaitan4 ) antara bahasa Arab dengan Islam dan Al-Qur’an.Mereka mentarkizkan ( menfokuskan ) semua kekuataan dan usaha untuk menghalang-halangi perhatian kaum muslimin terhadap bahasa Arab fasih. Mereka mendorong kaum muslimin agar gemar menggunakan bahasa regional, dialek kedaerahan, dalam forum ilmiah, seni, sastra, maupun mu’amalah ( interaksi social ),Merka juga menyerukan agar kaum muslimin menggunakan huruf latin dalam penulisan-penulisan, dan meninggalkan pemakaian huruf Arab. 72 )
Kaum imperialis Barat mempunyai peran sangat besar dalam menghapus bahasa Arab fasih, lalu menggantikannya dengan bahasa imperialis, dan memaksaknnya sebagai bahasa pengantar disekolah dasar hingga di perguruan tinggi, bahkan menjadikannya sebagai bahasa resmi dari Negara yang jajah tersebut.Kaum imperialis tidak mau mengajarkan bahasa Arab, alasannya karena sudah banyak yang memakai, sehingga tidak memerulukan pengajaran lagi. Maka akan lahirlah sebuah generasi muslim yang berbahasa colonial, yang tidak mampu lagi baerbahasa Arab.

Kaum kolonolis belum puas, bila bahasa mereka belum menjadi bahasa birokrasi Negara. Seseorang tidak akan mendapat jabatan dipemerintahan, bila ia tidak memiliki kemampuan berbahasa asing, Hasil usaha mereka dapat terlihat jelas, yaitu orang-orang Islam { bahasa Arab sekalipun - pent } tidak mampu membaca Al-Qur’an, hadits Rasulullah, ataupun bait-bait sastra Arab. 73 )

Masuh-musuh Islam menambah serangan terhadap bahasa dan sastra Arab Islam dengan mengejek, bahwa tata bahasanya terlalu sulit dan berbelit-belit, sehingga sulit di mengerti.
Kaum imperialis, diantaranya William Sebyta dari Jerman. Sheldon Welmurd dari Inggris, serta William Wilcock, menyeruan agar setiap Negara Arab mempergunaan bahasa Arab ‘amiyah, { bahasa Arab umum, bukan bahasa Arab fasih }.
Mereka juga telah menulis berbagai macam makalah yang berkenaan dengan seruan tersebut. Mereka telah berhasil mengecoh para tokoh dan intelektual, diantaranya: Luthfi As-Sayyid, Abdul Aziz Fahmi, Sa’id Aqil, Unais Farihat, dan Louis Awad, sehingga menuruti seruan kaum orientalis tersebut. 74 )

Musuh-musuh Islam tidak henti-hentinya mengulangi tuduhan jahat mereka terhadap bahasa Arab, seperti yang mereka katakana, bahwa bangsa Arab pada umumnya tidak bisa menulis dan membaca tulisan Arab fasih, dan bahasa Arab fasih tidak menghimpun ( tidak dapat mengikuti ) penemuan-penemuan ilmiah serta peneletian modern. Mereka juga menyerukan perbaikkan penulisan huruf Arab, melalui penggantian dengan huruf latin, ataupun dengan penambahan dan pengurangan dalam struktur serta penggunaan kalimat. Bentuk seruan lainnya adalah penyederhanaan bahasa Arab, dengan cara menghilangkan format i’rab [ setiap kata Arab, dapat memiliki bunyi akhir a, i, u, atau tidak berbunyi, tergantung kata sebelumnya – ed], lalu membaut setiap akhir kata menjadi sukun ( mati, tidak berbunyi ). Mereka melanjutkan seruannya, yaitu penyempurnaan atau penghilangkan sebagian qawa’id ( grammar, tata bahasa ) bahasa Arab, misalnya penghilangan bab Al-Mamnu’minash-Sharf. 75 )
Barat melakukan invasi budaya ke dalam bahasa Arab, dengan cara menyusupkan kata-kata asing ke dalam bahasa Arab. Hal ini kita saksikan pada buku, Koran, majalah, berita, radio, dan siaran televise, yang penuh dengan istilah-istilah asing.

Seorang peneliti bahasa tentu bertanya-tanya, mengapa harus memakai kosa kata asing, apabila masih dapat memakai kosa kata bahasa Arab, misalnya, pemakain kata Biologi mengapa tidak memakai kata ‘ilmul-Hayyah (عِلْمُ الحَيَاةِ), atau kata physiology mengapa tidak ilmu wazhaifil-a’dla (عِلْمُ وَ ظَائِفُ الأَعْضَاءِ), lalu kata physiology mengapa tidak ‘ilmun-nafs (عِلْمُ النَّفْسِ ), dan sebagainya. 76)
Invasi pemikiran dalam bidang sastra yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam, antara lain berbentuk tulisan, karangan, cerita, ataupun kisah yang tidak jelas kebenarannya, sehingga tidak dapat dijadikan referensi atau rujukan ilmih untuk menyelidiki suatu masa ataupun gambaran masarakat Islam pada waktu yang telah lalu. Diantara buku-buku tersebut misalnya kitab Al-Aghani ditulis oleh Abul-Faraj Al-Ash-Fahani, kisah seribu satu malam, dan lain sebagainya. Para penerbit asing menaruh perhatian pada buku-buku tersebut, lalu menerbitkannya berulang-ulang.

Para ahli sejarah telah menjadikan buku-buku tersebut sebagai rujukan dan raferansi dalam studi yang mereka lakukan. Maka kesimpulan yang mereka capai, tidak lebihdari sebuah persangkaan belaka, yaitu persangkaan bahwa pada abad kedua hijiriyah merupakan masa keragu-raguan, penyelewengan, serta masa kebejatan. 77 )
Para sastrawan masa kini telah mengikuti aliran sastra yang dilahirkan para sastrawan Barat, yang sudah keterlaluan kesesatannya, sebab mereka bertolak dari meterialisme, realisme, dan modernisme “ menurut pandangan mereka”.

Para sastrawan muslim telah mengambil pemikiran kaum orientalis lalu mengulang-ulanginya di negaranya sendiri, misalnya sastrawan Mesir Thaha Husen, yang mengulang-ulang pemikiran gurunya, Margoliouth dalam bukunya Asy-Syi’rul-Jahill. Karena pengaruh hal ini, maka muncullah perhatiaan terhadap aliran sastra nasionalisme, sastra ‘amiyah, dab sastra vulgar, terutama dalam penulisan kisah-kisah, Aliran sastra baru ini muncul karena pengaruh dari sastra Barat. 78 )

7.3 Bidang Pendidikan dan Pengajaran
Bidang pendidikan dan pengajaran merupakan bidang yang paling diincar oleh musuh-musuh Islam, karena bila mereka dapat menguasai bidang ini, berarti mereka telah berhasil menguasai masa depan dan peradaban ummat Islam.
Maka, setiap kali kaum imperialis memasuki suatu Negara, mereka terlebih dahulu menyerang strategi pendiddikan di Negara tersebut. Demikian juga dengan kaum misionaris, mereka mendirikan sekolah-sekolah dan universitas-universitas misioner untuk mewujudkan tujuan mereka, yaitu memaksukan doktrin dari pemikiran mereka, seperti yang terjadi di Universitas Amerika, di Beirut dan cairo.

Dalam Konferensi Kristenisasi tahun 1924 M, dirumuskan pesan-pesan misioner, yang antara lain berbunyi, “ Dalam setiap kegiatan yang kita lakukan, kita harus memfokuskan misi kita  terhadap anak-anak keluarga muslim, sebab mereka ibarat benih yang dapat kita petik buahnya dalam kurun waktu yang tidak lama. Garapan ini harus kita prioritaskan dan kita dahulukan, daripada garapan lainnya, sebab penanaman ruh Islam dalam pribadi mereka, telah dimulai sejak usia dini. Oleh karena itu kewajiban kita adalah membina dan mengirimkan anak-anak Islam ke sekolah-sekolah misioner, sebelum sempurna perkembangan otak pemikiran dan moral mereka dalam norma-norma Islam. “79)

Tujuan utama kaum misionaris adalah, menguasai generasi baru dan mempersiapkan mereka
menjadi pelindung serta pendukung gerakan kristenisasi, tatkala anak-anak itu sudah besar dan menjadi ahli politik, ilmuwan, sastrawan, intelektual, maupun tokoh masarakat, di Negara mereka pada masa mendatang. Mereka di harapkan akan menjadi pembela serta secara nalurriah, lalu memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada orang-orang yang telah mendidik dan mengajari mereka. 80 )

Abdul Qadir Al-Husaini, seorang mahasiswa Universitas Amerika pada saat yudisium wisudanya, dengan ijazah tergenggam ditangannya, ia berdiri lalu berkata,” Sungguh, universitas ini tampil dihadapan masarakat, seolah-olah sebuah universitas keilmuan, padahal sebenarnya, merupakan pusat dan sumber dari upaya perongrongan aqidah Islam, karena selalu menjatuhkan dan menghujat Islam.Oleh karena itu, tidak pantas bagi orang-orang Islam, memasukan anak-anaknya ke universitas ini .”Kemusian Abdul Qadir Al- Husaini, mengungkap sejumlah literature yang dijadikan buku pegangan, yang isinya menghina dan menghujat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. 81)

Sejak dahulu, Negara-negara muslim melaksanakan pendidikan untuk anak-anak Islam dengan metode halaqah ( sorongan ) di mesjid-mesjid.Meskipun metode ini sungguh sangat sederhana, namun dari sinilah , putra-putra Islam memperoleh bekal agama bagi dirinya. Disamping itu, mereka juga belajar keterampilan sebagai bekal untuk mencari sumber kehidupan.
Ketika kaum imperialis dating untuk menjajah Negara-negara muslim, mereka memfokuskan seluruh potensinya untuk menguasai system pendidikan dan pengajaran. Kemudian mereka memusnahkan system yang telah berjalan, dan menggantikannya secara paksa dengan program kurikulum, metode, dan system yang mereka buat sendiri, yang bersumber dari budaya, serta pemikiran Barat, dengan tujuan, untuk mengangkat kebudayaan Barat, dan menghancurkan kebudayaan Islam.

Barat telah berhasil merubah banyak hal menyangkut pendidikan Islam, bahkan berhasil menghancurkan kurikulumnya, sehingga banyak sekolah yang mengganti kurikulum pendidikannya dengan kurikulum Barat, kecuali beberapa sekolah dan pesantren yang masih memperhatikan pendidikan agama, seperti Al-Azhar.Al-Azhar merupakan symbol komitmen ummat terhadap agama, bahasa, dan budaya Islam. 82)
Walaupun universitas, sekolah dan pesantren yang seperti Al-Azhar, sudah sedikit jumlahnya, namun kaum imperialis masih diliputi rasa takut dan was-was. Lalu mereka memunculkan opini buruk, merendahkan, meremehkan serta memperkecil ruang gerak dan dana yang diperlukan oleh lembaga pendidikan Islam. Dan mereka berusaha keras untuk memisahakan lembaga pendididkan Islam tersebut dan kaum muslimin.

Invasi pemikiran di bidang pendidikan yang paling berbahaya adalah mereka mendorong putra-putra Islam untuk belajar di Negara-negara Barat. Saat ini universitas-universitas di Eropa dan Amerika tengah mengasuh ribuan pemuda muslim, dengan metode Brain Washing (“ pencucian otak “). Maka, ketika mereka kembali ke pangkuan masarakat muslim, kebanyakan mereka mengagung-anggungkan dan memuji-muji kebudayaan Barat, sambil mencemooh habis-habisan kebudayaan Islam. Di mata mereka,kebudayaan Islam sudah kuno, using, dan tidak cocok lagi dengan zaman modern. 83 )

7.4 Bidang Adat Istiadat
Invasi pemikran dalam bidang adat istiadat sangat membahayakan kaum muslimin, sebab bertujuan merusak tata kehidupan masarakat muslim, menyangkut akhlak, norma, moral dan etika Islam yang telah dilakukan oleh setiap muslim sehari-hari.
Fokus pertama kali invasi pemikiran dibidang adat istiadat adalah merusak wanita muslimah, sebab musuh-musuh Islam mengetahui dengan pasti, bahwa seorang wanita adalah pendidik anak-anak, yang mempersiapkan generasi penerus agam menjaga kelangsungan dan eksitensi ummat Islam di masa mendatang. Seorang misionaris wanita berkata “ sungguh, melalui kuliah keputrian di cairo, kita sudah berhasil menghimpin gadis-gadis muslimah dari kalangan orang tua yang komit terhadap Islam. Dan tidak ada tempat lain yang lebih memungkinkan untuk mengumpulkan gadis-gadis muslimah sebanyak itu di bawah naungan dan wibawa Kristen, kecuali ditempat kuliah tersebut. Dan tidak ada tempat lain yang lebih dekat untuk menembus banteng Islam, selain dari sekolah. 84 )

Kaum misionaris memulai gerakan mereka dengan menyeru wanita-wanita muslimah agar melepaskan hijab yang mereka kenakan, kemudian membawa mereka untuk bercampur baur dengan kaum lelaki disekolah-sekolah ataupun di tempat-tempat pekerjaan.Setelah itu, mendorong wanita muslimah mengenakan pakaina seronok, minim, dan ketat, yang membangkitkan nafsu birahi setiap lelaki yang melihatnya. Mereka diajak ketempat-tempat hiburan, bar, diskotik, kelab malam, gedung bioskop, lalu bertelanjang di pantai-pantai dan hotel-hotel.Sampai-sampai mereka dijadikan barang dagangan yang mudah didapat.Akhirna banyak wanita yang menjual dirinya, hanya dengan beberapa keeping uang saja.

Setelah kaum wanita meninggalkan rumah menuju tempat-tempat pekerjaan, maka rumah mereka menjadi terbengkalai, pendidikan anak-anak menjadi terabaikan,anak  menjadi kehilangan kasih saying, nasihat serta bimbingan seorang ibu. Dari sinilah bertolaknya kenakalan remaja, lalu meningkat menjadi tindakan kriminilitas.

Musuh-musuh Islam berusaha keras merubah gaya hidup masarakat Islam dengan gaya hidup masarakat Barat, diantaranya mereka mengajarkan bagaimana cara makan dan minum dengan gaya Barat. Lalu terjadilah perubahan etika makan dan minum di masarakat muslim, misalnya: makan memakai tangan kiri, makan smbil berdiri, menghidangkan makanan secara berlebihan, dan memadukan dengan minuman haram. [ sedangkan Islam mengajarkan sebaliknya, yaitu makan  memakai tangan kanan, makan sambil duduk, menghidangkan makanan secara tidak berlebihan, serta memilih minuman yang halal – ed ] 85 )

Kaum misonaris merubah cara kaum muslimin berpakaian yaitu merancang pakaian wanita dengan model yang senantiasa menampakkan aurat, lalu menyamakan antara mode pakaian pria dan mode pakaian wanita, sehingga seorang wanita menyerupai wanita. Akibatnya para wanita keluar dari rumah mereka dengan pakaian yang mempertontonkan tubuhnya, sehingga menimbulkan fitnah, sebagaiamana Rasulullah shallallahu aliahi wasallam pernah bersabda:
“Berpakaian merangsang, berlengak-lenggok ( dan ) menggiurkan.”

Musuh-musuh Islam memberi usulan kepada kaum muslimin untuk mengadakan perayaan-perayaan yang mereka beri nama “ hari besar “ seperti Hari Ibu, Hari keluarga, Hari Anak-Anak, Hari Pemuda, Hari Pahlawan, Hari Solidaritas Buruh. 86 )
Terhadap kaum lelaki mereka berusaha menghilangkan sifat keperkasaan dan kejantanan dan sebaliknya mendorong sifat kebancian dan kelemahan.
Mereka menghancurkan mental, moral, dan etika masarakat muslim, sehingga sifat bohong, menipu, tidak sopan, egois, kasar, menghina, dan brutal, menjadi sifat yang biasa. Mereka meluncurkan istilah “April Mop” yang berakibat hilangnya sifat amanah dan tersebarnya sifat munafik.[ “ April Mop “ disebut juga “ April Fool’s Day”,artinya “ Hari berolok-olok pada bulan April.” Mop artinya lelucon. Menurut budaya ini, pada setiap tanggal 1 April, manusia bebas melakukan permainan, kebohongan, penipuan, dan lelucon, tanpa harus merasa bersalah. Sungguh budaya yang sesat dan menyesatkan – ed }

Kaum imperialis Barat berusaha menghancurkan sifat-sifat baik masarakat muslim, seperti sifat: benar, jujur, sopan santun, suka  mennolong, lembut, menghormati, tertib, istiqamah ( konsisten dalam kehormatan ), menjaga harga diri, taqwa,qana’ah, mempermudah urusan dan menjaga persatuan. Untuk menunjang usaha jahat tersebut, mereka tidak segan-segan mengeluarkan dana milik mereka, yang besar antara lain untuk memperbanyak sarana perjudian, pelacuran, tempat hiburan, gedung bioskop, penyeludupan video porno, miniman keras, narkotika dan sebagainya.

Yang terakhir, kaki tangan asing ( buruh, pembantu, sopir, baby sister ) turut pula membentuk sebuah jaringan untuk melaksanakan misi Barat. Mereka menyebarluaskan tradisi Barat ketengah masarakat muslim, diantaranya melalui baby sister ( pengasuh anak-anak). Hasil sensus yang dilakukan oleh seorang peneliti masalah social terhadap pengaruh baby sister asing yang berada di Negara-negara teluk, ternyata 6,9 persen dari meraka mengakibatkan problema moral didalam kehidupan ( anak-anak) keluarga muslim. 87)

7.5. Bidang Sejarah dan Peradaban
Usaha musuh-musuh Islam untuk menghancurkan sejarah dan peradaban Islam. Sudah dimulai sejak lama. Diantaranya adalah usaha seorang ahli sejarah dari golongan Syi’ah yang bernama Mas’udi, dalam bukunya yang berjudul Murujudz-Dzahab wa Ma’adinul-Jauhar, telah menghina Kesultanan Umawiyah beserta para sultannya, secara berlebih-lebihan. Sedang di masa sekarang ini musuh-musuh Islam terus menerus berusaha memasukkan kepalsuan-kepalsuan kedalam sejarah dan peradaban Islam.

Penyelewengan, pemalsuan serta pengaburan fakta sejarah Islam terjadi masa kemunduran dan kelemahan ummat Islam.Para penulis Barat dan kaum orientalis sengaja mengatakn, bahwa penyebab kemunduran dan kelemahan adalah , karena ummat Islam tetap berpegang teguh pada agama dan pemikiran Islam. 88)

George Zaidan, seorang penulis Kristen berkebangsaan Arab, adalah salah seorang penulis sejarah yang terpengaruh oleh pemikiran Barat, Diantara buah karyanya adalah Tarikhut-Tamaddunil-Islami ( Sejarah Peradaban Islam ),Tarikhul-‘Arab Qablal-Islami ( Sejarah Bangsa Arab sebelum Islam ), dan Tarikhul- Adabil-‘Arabi ( Sejarah Sastra Arab ).Di salam buku-buku tersebut, terdapat banyak sekali penyelewengan dan pendapat yang menyimpang. George Zaidan tak ubahnya seperti sebuah corong dari pendapat-pendapat Barat dalam menyelewengkan sejarah Islam.

Dari kalangan orientalis Barat, terdapoat dua nama terkenal yaitu : Philip, Hitty, yang menulis buku sejarah Bangsa Arab, dan Karl Brockelmann, yang menulis buku Sejarah Bangsa-Bangsa Muslim. Kedua buku ini merupakan rujukan paling utama bagi para dosen dan para peneliti Barat dalam mempelajari Sejarah Islam.

Diantara penyelewengan yang dilakukan oleh Hitty dalam bukunya adalah tuduhannya yang mengatakan, pembai’atan Abu Bakar sebagai Khalifah sepeninggal Rasulullah, adalah atas kesepakatan diantara Abu Bakar, Umar bin Khaththab, dan Abu Ubaidah radiyallahu’anhum. Di bagian lain buku tersebut, Hitty menuduhu, bahwa penaklukkan yang dilakukan oleh bangsa Arab muslim terhadap bangsa lain, di dorong oleh motivasi ekonomi. Lalu ia menuduh, bahwa Sayyidah Aisyah Ummul Mu’minim sangat membenci Ali bin Abi Thalib radiyallahu’anhu, dan hal ini dikarenakan tindakan Ali terhadap “hadits ifki” [ kisah ini terdapat dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 11-16 – ed ] Penyelewengan lain adalah tuduhannya terhadap Mu’awiyah, yang dikatakan telah memaksa Sayyidina Hasan bin Ali untuk melepaskan kekhilafahannya, lalu menyerahkannya kepada Mu’awiyah Hitty pun membuat suatu kebohongan besar terhadap pribadi seorang Sultan Umawiyah, Abdul Malik bin Marwan, bahwa beliau telah membangun “ Qubbah Shakhrah” di Baitul- Maqdis, dengan tujuan untuk memindahkan para jama’ah haji dari mekkah ke Baitul- Maqdis, sebab kota mekkah ketika itu dikuasaioleh Abdullah bin Zubair. Tuduhannya yang lain, bahwa para sultan Umawiyah sudah tenggelam dalam kebiasaan meminim minuman keras ( khamr). Berulang kali ia mengungkap peristiwa ketegangan antara Harun Al-Rasyid dengan keluarga Al-Baramikah, yang disebabkan oleh perkawinan saudara perempuannya yaitu Al-Abbasah dengan Ja’far Al-Baramki.

Penyelewengan yang dilakukan oleh Brocklmann antara lain ia menuduh, bahwa Hajar Aswad adalah berhala tertua dan paling lama disembah oleh manusia. Dia juga mengulang-ulang tuduhannya, bahwa Khalid bin Walid membunuh Malik bin Nuwariah, dengan maksud semata-mata untuk mengawini istrinya yang cantik.Ia pun menuduh Mughirah bin Syu’bah, bahwa ia termasuk orang yang suka memanfaatkan kesempatan, tidak bertanggung jawab, dan suka berzina. 89 )

Semua hal tersebut di atas, di kemukakan oleh kaum orientalis dengan maksud untuk menyelewengkan peradaban dan sejarah Islam. Bahkan seorang orientalis yang bernama Renal mengatakan, “ Sesungguhnya peradaban Islam adalah peradaban material yang dangkal, yang dihasilkan oleh otak-otak Eropa, dan bersumber dari peradaban Yunani, Persia, Hindia dan Goth. Dimana saja, jika seorang manusia menemukan bentuk-bentuk peradaban Arab [ peradaban Islam - pent ], maka sesungguhnya peradaban itu bersumber dari peradaban Aria dan bukan peradaban Semit. “ 90)

Dr.Jawad Ali telah membantah semua tuduhan busuk mereka, dan beliau menekankan bahwa peradaban Islam bukanlah peradaban etnis, melainkan peradaban yang berasal dari berbagai macam unsure yang telah dikawinkan oleh Islam lalu difilter oleh norma-norma Islam dengan ketat.
Apa yang diperoleh orang-orang Islam dari peradaban Yunani tak lain adalah teori-teori, yang sebagian benar dan sebagian salah, bila tidak bertentangan dengan aqidah Islam, maka teori itu dapat diambil. Adapun dongeng dan mistik Yunani, seluruhnya ditolak oleh Islam dan kaum muslimin. 91

Bidang Media Massa dan Kebudayaan
Media informasi modern yang canggih, serta dukungan dana yang besar, merupakan senjata yang paling ampuh untuk mempengaruhi kaum muslimin secara langsung dan cepat.
Oleh karena itu, masuh-musuh Islam sangat berhasrat memanfaatkan media informasi tersebut untuk menghancurkan norma dan budaya kaum muslimin, sehingga menimbulkan kekacauan, kericuhan, dan penyimpangan di tengah kehidupan masarakat muslim.

Sebagian besar kantor berita, stasiun televise, stasiun radio, harian, majalah, perusahaan perfilman dan periklanan, penerbitan, serta percetakan, tunduk di bawah kekuasaan Barat dan Zionoisme internasional. 92 )

Semua media informasi dipergunakan untuk menyiarkan acara dan program yang dapat menyulut permusuhan etnis diantara ummat Islam. Selain itu, juga untuk menayangkan berbagai macam film yang berisi adegan seksual dan tindak kriminal. Maka, para remaja Islam yang sedang mengalami masa puber, bahkan orang tua sekali pun menjadi rusak pemikirannya, lalu terdorong untuk melakukan hal yang serupa dengan apa yang baru saja mereka saksikan. 93 )

Dengan adanya satelit komunikasi, maka invasi pemikiran Barat terhadap masarakat muslim demakin ditingkatkan, yaitu dengan menayangkan program-program Barat keseluruh penjuru bumi selama 24 jam penuh. Dalam program tersebut, mereka selalu mengagung-agungkan kebudayaan Barat, sambil merendahkan kebudayaan Islam, lalu menyeru agar kaum muslimin meninggalkan ajaran Islam. Beginilah cara Negara-negara Barat yang mempergunakan segala fasilitas yang mereka miliki, untuk menyebarluaskan gerakan Kristenisasi keseluruh Dunia Islam.

Gerakan Zionisme Internasional menggunakan media informasi canggih untuk merusak pemuda-pemuda muslim yang tertindas di Palestina. Orang-orang yang datang dari tepi Barat mengungkapkan, bahwa Israel selalu menyusupkan film-film porno, guna merusak moral dan mental pemuda-pemuda Palestina. 94 )
Selain yang sudah disebutkan di atas,musuh-musuh islam juga mepergunakan media immformasi canggih untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

Menguburkan kebenaran, lalu menyebarkan kebohongan dan kepalsuan.
Menyebarluaskan dekadensi moral, sambil terus menerus memperlebar wilayah kerusakannya.
Menyebar isu-isu bohong untuk mengeruhkan suasana.
Mencemooh, menghina, dan menuduh, bahwa islam adalah agama sesat dan terbelakang.
Memberikan gambaran buruk tentang pribadi muslim,bahawa mereka kasar,keras hati,pengecut, haus darah,dan haus seksual.95)

Media imformasi yang di kuasai kaum Zionis dan barat tersebutsanaagt berbahaya,karena dapat merusak tatanan kehiupan kaum Muslimin di mana pun mereka berada.Misalnya ,sebuah studi yang dilakukan UNESCO[United Nations Educational,Scientific and cultural Organitazation,badan PBB yang bergerak di bidang pendidikan,keilmuan,dan kebudayaan –ed.]menunjukan persentase dari film dan drama yang di sirkan oleh stasiun televise di Negara-negara muslim,khususnya di Negara-negara Teluk,ternyata 100 persen diproduksi oleh barat.96)

[Baca...]