Bagian-1
Oleh : Ust. Firanda Andirja
Uwais bin ‘Amir Al-Qoroni adalah tabiin terbaik sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim[1] dari Umar bin Al-Khotthob ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِيْنَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ ((Sebaik-baik tabi’in adalah seorang yang disebut dengan Uwais dan ia memiliki seorang ibu… )). Berkata An-Nawawi, “Ini jelas menunjukan bahwa Uwais adalah tabi’in terbaik, mungkin saja dikatakan “Imam Ahmad dan para imam yang lainnya mengatakan bahwa Sa’id bin Al-Musayyib adalah tabi’in terbaik”, maka jawabannya, maksud mereka adalah Sa’id bin Al-Musayyib adalah tabi’in terbaik dalam sisi ilmu syari’at seperti tafsir , hadits, fiqih, dan yang semisalnya dan bukan pada keafdlolan di sisi Allah”[2]

[Baca...]



DAYYUTS, PROFIL SEORANG SUAMI DAN BAPAK YANG BURUK
BAGI ISTERI DAN ANAK-ANAK
Penulis:  Ustadz Abdullah bin Taslim Al-Buthoni, Lc.
Artikel
www.muslim.or.id
“Rumahku adalah surgaku”, itulah ungkapan yang sering kita dengar, yang menggambarkan keinginan setiap insan akan kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupan anggota keluarganya. Karena cinta kepada istri dan anak-anak merupakan fitrah yang Allah tetapkan pada jiwa setiap manusia. Allah Ta’ala berfirman,
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali ‘Imran: 14)

[Baca...]



Surat At Takatsur, surat Makkiyyah

Surat ke: 102 : 8 Ayat

أبو فهمي أحمد ، رأس لجنة التربية والتعليم مؤسسة مفازا أندونيسا

بسم الله الرحمن الرحيم

Terjemah Ayat

Ayat-Ayat Dan terjemahnya
1.    Bermegah-megahan telah melalai kan kamu [a],

1) الهـكم التكاثر
2.    Sampai kamu masuk ke
dalam kubur.
2) حتى زرتم المقابر
3.    Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuat- an mu itu),
3) كلا سوف تعلمون
4.    Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
4) ثم كلا سوف تعلمون
5.    Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
5) كلا لو تعلمون علم اليقين
6.    Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim
6) لترون الجحيم
7.Dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin [b].
7) ثم لترونها عين اليقين
8.Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah - megahkan di dunia itu).
8) ثم لتسئلن يومئذ عن النعيم
[a] Maksud at Takatsur : Bermegah-megahan dalam soal banyak harta,
 anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan.
[b] 'ainul yaqin artinya melihat dengan mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat.

Makna Kosa Kata Penting:
5. سَوْفَ تَعْـلَمُوْنَ =  (سوف) لِلْـمُسْتَقْبلِ الـبَعِيْدِ

1.أَلْـهَاكُـمُ  = شَغَـلَـكُمْ

6. النَّعِيْمُ = الـخيْرُ الـكَثِيْرُ
2.التَّكَاثُـر = التّفَاخُرُ بِكَثْرَةِ الـملاِ والأَوْ لاَد ِ
7. تُسْأَ لُنَّ = أَي سَوْفَ تُسْئَلُوْنَ عَنِ النّعِيْمِ ، أي سَوْف تُحاسَبُوْنَ
3. زُرْتُمُ الْـمَقَابِـر َ = أتَاكُمُ الـمَوْتُ وَ دُفِنْتُمْ فِي الـمَقَابِرِ
8. عِلْمُ التَقِيْنِ = العِلْمُ بِالحَقِيْقَةِ الّـتِيْ يَرَاهَا الإِنْسَانُ بِعَيْنِهِ ،  تَرَوُنَّ = تَرَوْنَ
4.كَـلاّ َ = للتَّحْذِيْرِ وَ الـمنْعِ ، معناها : لا تَفْعلُوْنَ

الـمَعنَى :    يَنْشَغِلُ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ بِأَمْوالِهِمْ وَ أَوْلاَ دِهِمْ مِنْ عِبَادَ ةِ الله ِ ،
وَ يَسْتَمِرُّوْنَ فِيْ ذلِكَ وَ تَنْسَوْنَ أَ نَّ الله َ سَيُحَاسِبُهُمْ عَلَى ذلِكَ يَوْمَ الـقِيَامَةِ،
وَ أَ نَّهُمْ سَيَرَوْنَ  جَهنَّمَ بِعُيُوْ نِهِمْ  وَ يَعْلَمُوْنَ أ نَّهَا حَقٌّ لا َ شَكَّ فِيْهَا،
فَيَنْبَغِيْ عَلَى الـمُسْلِمِ أَ لاَّ يَكُوْنَ مِنْ هَؤُلاَ ءِ النَّاسِ ، وَ أَ لاّ يشْغَلَهُ مَالُهُ وَ أَوْلاَ دُهُ عِنْ عِبَادَ ةِ الله ِ ،
و أَنْ يَتَذَكّرَ أَنَّ الله َ سَيَسْأَلُهُ عِنِ النَّعِيْمِ الَّذِي عَاشَ فِيْهِ فِي الدُّنْيَا هَلِ السْتَعْمَلَهُ فِيْمَا يَرْضَى الله ُ عَنْهُ.

{دروس من القرآن الكريم ، تلاوة وتفسيرا ، المستوى  الثاني، ص. 108-109}

Tafsir Surat At Takatsur:

Dr. Muhammad bin Sulaiman al Asyqar mengatakan, makna ayat-1 (al haakum at takatsur) adalah, kesibukan kamu karena banyaknya harta dan anak –kesibukan duniawi-, dan berbangga-bangga dengan limpahan duni itu, serta terus menerus beruupaya memperbanyak perolehannya,  yang dapat melalaikan dari keta`atanmu kepada Allah dan untuk melakukan amal-amal bekal gidup di akhirat. Ayat-2 : barulah kamu menyadari manakala maut telah menjemputmu, sementara kamu dalam keadaan seperti itu. Ayat-3: Allah memberi ancaman kpada mereka dan pastilah mereka akan mengetahui akibatnya (siksanya) di hari kiamat kelak. Ayat-4-5: (Allah mengingatkan), andaikan kamu mengetahui perkara (besar) ini dengan ilmu-yaqin, pastilah kamu dengan banyaknya harta dan anak, tidak membuat kamu berbangga-bangga yang dapat melalaikan ketaatanmu kepada Allah dan hari akhirat. Ayat-6: sungguh kalian akan diperlihatkan al Jahiim (Neraka) kelak di akhirat, sebuah persaksian dengan jiwa, raga, dan dengan mata kepala sendiri (ayat 7). Pada ayat ke-8, maka Allah mengingatkan kepada kita semua, terutama mereka yang berbangga-bangga dengan limpahan karunia dunia –harta dan anak serta lain-lainnya – pastilah mereka akan ditanya tetang limpahan dunia yang melalaikan dari amal-amal untuk akhirat. Mereka pun akan ditanya tentang keamanan, kesehatan, waktu luang (kesempatan), juga kelezatan makanan dan minuman, juga naungan-naungan tempat tinggal (rumah, villa, apartemen, dsj), untuk dipertanggung jawabkan.  
  (Tafsir al `Usyril Akhiir, min Kitab az Zubdatut Tafsir, hal. 61).
Unsur-unsur dunia (kenikmatan) yang biasanya membuat orang berbangga-bangga atasnya itu meliputi : harta, suku, keturunan, jabatan, ilmu dan segala sesuatu yang memungkinkan manusia itu berbangga-bangga dan bermegah-megahan. Sebagaimana yang diungkapkan si pemilik kebun kepada temannya:

وكان له ثمر فقال لصاحبه وهو يحاوره أنا أكثر منط مالا وأعز نفرا
34. Dan Dia mempunyai kekayaan besar, Maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia: "Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat". Al Kahfi : 34.
Begitulah seperti dikatakan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin di dalam Tafsir Juz `Amma, yang beliau susun, dengan bahasa dan uraian yang mudah dan lengkap.
Selanjutnya beliau mengatakan, 'Seorang manusia mempunyai keinginan agar harta dan usaha yang ia miliki itu lebih banyak dari orang lain. Terkadang seorang itu bangga dengan banyaknya orang yang ada di dalam kabilahnya, lalu ia brkata, 'Kami lebih banyak dai kalian, seperti kata penyair: "Tidkalah batumu lebih bayak dari mereka, Sesungguhnya kekuatan ada karena banyaknya".
Tentang siapa saja yang akan ditanyakan tentang kenikmatan seperti pada ayat-8, apakah hanya orang kafir saja ataukah juga orang mukmin ? Yang benar adalah untuk keduanya, ya untuk kafir ya untuk orang mukmin. Yang membedakan adalah penekanan-penekanan kalimat dalam pertanyaan Allah kepada mereka. Kalau kepada orang kafir dalam nada celaan dan pengghinaan, sementara kepada orang mukmin lebih kepada pengingatan. Sebagaimana Rasulullah Saw pernah bersabda, mngingatkan sahabatnya Abu Bakar Ra dan Umar Ra, setelah beberapa saat mendapat jamuan salah seorang sahabat lainya bersama Rasulullah Saw pada musim paceklik:
{والّذي نفْسِيْ  بِيَدِهِ  ، لَتُسْئَلُنَّ عَنْ هذا النَّعِيْمِ يَوْ مَ الـقِيَامَةِ ، أَ خْ رَجَكُمْ مِن بُيُوْتِكُمْ الـجُوْع ، ثُمَّ لَمْ تَرْجِعُوْا حَتَّى أَ صَابَكُمْ هذا النَّعِيْم} روا ه مسلم (2038) (140). ورواه الترمذي في كتاب الزهد (2369) وقال حديث حسن صحيح غريب.
"Demi Dzat Yang Jiwaku ada ditangan Nya, kalian akan ditanya tentang nikmat ini nanti di Hari Kiamat; rasa lapar telah mengeluarkan kalian dari rumah, kemudian sebelum pulang kalian telah merasakan nikmat ini" . HR Muslim, dalam kitab al Asyribah, no. (2037)(140).
(Tafsir Juz `Amma, Syaikh ibnu Utsaimin, hal. 304-306).

    Petunjuk dan faedah Dari Surat At Takatsur:

01
Surat ini menjelaskan tentang kesibukan manusia dengan kelezatan dunia yang memikat hati dan kelalaian mereka,hingga datang hari kiamat
02
Ancaman melihat Jahiim dengan mata kepala, berhadapan dengan Neraka yang menakutkan, dan pertanyaan tentang nikmat dunia
03
Ini adalah penyampaian dari Allah kepada orang-orang yang sibuk mengumpulkan harta, bermegah-megahan serta berbangga-bangga dengan jumlahnya yang banyak sebagai urusan dunia yang telah melalaikannya dari ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya, lalu mereka mati dan belum sempat mempersiapkan bekal kebaikan untuk dirinya
04
Barangsiapa yang mempersiapkan diri dan menunaikan rasa syukur terhadap semua nikmat-Nya, dia akan selamat.
05
Namun bagi siapa saja yang tidak menunaikan syukur, dia akan disiksa dengan siksa yang amat pedih.
06
Surat ini merupakan peringatan keras bagi para pengumpul dan penumpuk harta tanpa mau mensyukurinya sehingga menyebab kan dia meninggalkan ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.
07
Allah menetapkan adzab kubur bagi mereka dan penegasan atasnya.
08
Penetapan aqidah adanya hari kebangkitan dan pembalasan setelah perhitungan, dengan membuat tangan, kaki dan lain-lain nya berbicara atas izin Allah serta tuntutan menjawabnya.
09
Termasuk yang akan Allah tenyakan kepada kita di akhirat kelak atas curahan nikmat yang telah kita terima di dunia, berupa ilmu, kekayaan, dapat memperoleh pendidikan dan kesempatan belajar yang baik, dan lain-lainnya. Apakah kini kita telah bisa mensyukuri nikmat sehat dan waktu luang (kesempatan, umur) dan potensi yang telah kita miliki, yang telah Allah berikan ?

 



[Baca...]



TAFSIR SURAT AL FAJR,
UNTUK SMPIT IMAM BUKHARI JATINANGOR, KELAS IX
Oleh : Abu Fahmi.


1. Demi fajar,
2. Dan malam yang sepuluh[1572],
3. Dan yang genap dan yang ganjil,
4. Dan malam bila berlalu.
5. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.
6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?
7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi[1573],
8. Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,
9. Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah[1574],
10. Dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),
11. Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
12. Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,
13. Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,
14. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".
16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"[1575].
17. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[1576],
18. Dan kamu tidak saling mengajak memberi Makan orang miskin,
19. Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),
20. Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
21. Jangan (berbuat demikian). apabila bumi digoncangkan berturut-turut,
22. Dan datanglah Tuhanmu; sedang Malaikat berbaris-baris.
23. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
24. Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini".
25. Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya[1577].
26. Dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
27. Hai jiwa yang tenang.
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30. Masuklah ke dalam syurga-Ku.

[1572] Malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram Termasuk di dalamnya hari Asyura. ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Zulhijjah.
[1573] Iram ialah ibukota kaum 'Aad.
[1574] Lembah ini terletak di bagian utara Jazirah Arab antara kota Madinah dan Syam. mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal mereka dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal mereka dan tempat berlindung.
[1575] Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.
[1576] Yang dimaksud dengan tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-haknya dan tidak berbuat baik kepadanya.
[1577] Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.

{مقرر التفسير ، للصف الأول المتوسط ، المملكة العربية السعودية، ط:6: 1402 هـ ، ص: 74-80، سورة الفجر}

الكلمة
معناها
الكلمة
معناها
الفجر
الصبح
ابتلا ه
اختبره وامتحنه
ليال عشر
عشر ذي الحجة
أكرمة
بالمال والصحة و الجاه
الشفع
يوم نحر
نعمه
متعه بالنعم التى لا تحصى
الوتر
يوم عرفة
فقدر
ضيّق
يسر
يسير مقبلا و مدبرا
ولا تحاضون
لا يحث بعضكم بعضا
حجر
عقل
التراث
الميراث
عاد
قوم هود
أكلا لـما
شديدا بنهم وطمع
ذات العماد
صاحبة البيوت التي كانت ترفع بالأعمدة
جما
كثيرا مع حرص وشر ه
جابوا
قطعوا
دكت
زلزلت
ذى الأوتاد
صاحب الأوتاد التي يعذب بها الناس
يتذكر
يتعظ
إرم
عاد بن إرم تسمية لهم باسم جدهم
أ نى
أين
سوط
عذاب غاية العذاب
يوثق
يقيد و يؤ سر
لبالـمرصاد
يرقب أعمال العباد ويحصيها عليهم
المطمئنة
ا لأمنة

يستفاد من لآيات :
1
تعظيم وتشريف الـفجر وما بعده حيث أقسم الله بها ، وإذا أقسم الله بشيء فإنما يدل على عظمته وشر فه .
2
 أن المخلوق مهما أوتي من قوة ومنعة فإنه لا يمتنع من عذاب الله.
3
الوعيد لمن عصى وتكبر على عباد الله  ، و أن الله يحصى أعماله ويجازيه عليها.
4
 يجب على الإنسان أن يأخذ العبرة والعظة من هذه الآيات ، ويبتعد عن الصفات الذميمة التي تضمنتها حتى لا يحل به ما حل بهؤلاء القوم الفاسقين.
5
الواجب على العبد أن يشكر الله  تعالى على نعمه معترفا أن ذلك من فضل الله  عليه لا لجاهه وحسبه.
6
على العبد أن يصبر على امتحان الله  له بالفقر والضيق في الرزق ولا يظن أن ذلك إهانة له.
7
ليس من علامات السعادة أو الشقاوة  كثرة المال أو قـلته بل المقياس هو التفاوت في طاعة الله تعالى.
8
التغليظ على من أهان الأيتام والمساكين أو انتقص حقـهم.
9
الإ نكار  الشديد على من أسرف في حب المال وجمعه من أيّ طريق كان .
10
إثبات صفة المجيء لله تعالى على ما يليق بجلاله وعظمته دون التعرض لها بتأويل أو تشبيه أوتمثيل أة تكييف كما أثبتها أهل السنة والجماعة
11
أهوال يوم القيامة ووجوب الاستعداد لذلك بالعمل الصالح .
12
التحذير من الإغترار بالدني ولذاتها وتقديمها على الآخرة
13
شدة عذاب الله لمن عصاه وفرط فيما أوجبه عليه
14
مآل المؤننين يوم القيامة.

[Baca...]




FIQH AMAL HATI-5, oleh Abu Fahmi,
kajian malam Jum`at ke-4 April 2011

فصل آثار مفسدات القلب الخمسة:
فهي التي أشار إليها: من كثرة الخلطة والتمني والتعلق بغير الله والشبع والمنام فهذه الخمسة من أكبر مفسدات القلب.
فنذكر آثارها التي اشتركت فيها وما تميز به كل واحد منها.
ص -454- اعلم أن القلب يسير إلى الله عز وجل والدار الآخرة ويكشف عن طريق الحق ونهجه وآفات النفس والعمل وقطاع الطريق بنوره وحياته وقوته وصحته وعزمه وسلامة سمعه وبصره وغيبه الشواغل والقوطع عنه وهذه الخمسة تطفىء نوره وتعور عين بصيرته وتثقل سمعه إن لم تصمه وتبكمه وتضعف قواه كلها وتوهن صحته وتفتر عزيمته وتوقف همته وتنكسه إلى وراءه ومن لا شعور له بهذا فميت القلب وما لجرح بميت إيلام فهي عائقة له عن نبل كماله قاطعه له عن الوصول الى ما خلق له وجعل نعيمه وسعادته وابتهاجه ولذته في الوصول إليه

[Baca...]




Kaum Muslimin Harus Manfaatkan Media Modern untuk Dakwah Islam
Selasa, 26/04/2011 11:46 WIB, ERAMUSLIM
World Assembly of Muslim Youth (WAMY) menyerukan anak-anak muda Muslim untuk memanfaatkan teknologi modern, termasuk jejaring sosial media untuk menyebarluaskan ajaran Islam.


[Baca...]